Abstract :
Dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit PTP-Nusantara III (Persero), khususnya di wilayah kerja Kabupaten Tapanuli Selatan terdapat beberapa rantai permasalahan penentu produktivitas
tanaman kelapa sawit meliputi: pengaruh curah hujan dan hari hujan,
pengaruh pemupukan (jumlah dan dosis pupuk), pengaruh kerapatan pohon (jumlah
pohon
perhektar), pengaruh jumlah tandan buah, pengaruh rerata berat tandan,
pengaruh
jumlah pemanen total dan pengaruh besaran taksasi. Tanaman kelapa sawit
tahun
tanam 1991 dan 1992 di Kebun Hapesong mencakup 33,21 % dari
total luas
tanaman kelapa sawitnya. Selain itu, capaian produktivitas tanaman kelapa
sawit
tahun tanam 1991 dan 1992 di Kebun Hapesong dalam kurun waktu
duabelas
tahun terakhir memperlihatkan fenomena menurun jauh dibawah potensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui laju/ trend produktivitas
tanaman kelapa sawit 1991 dan 1992, di Kebun Hapesong
2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas masing-masing
tahun
tanam tersebut, 3) Mengetahui faktor yang signifikan mempengaruhi produktivitas
masing-masing tahun tanam tersebut, 4) Mengetahui langkah-langkah tindakan
kultur teknis untuk peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit di Kebun
Hapesong, PTP-Nusantara III (Persero) khususnya dan wilayah Tapanuli Selatan
umumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas tanaman karet tahun tanam 1991 adalah RBT, jumlah tandan,
jumlah pupuk, dan dosis pupuk. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas
tanaman kelapa sawit tahun tanam 1992 adalah RBT, jumlah tandan, jumlah
pupuk. Faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi produktivitas kedua
tahun tanam adalah rerata berat tandan (RBT) dan jumlah tandan yang dipanen.