Abstract :
Biomassa merupakan bahan energi organik yang berasal dari alam
termasuk didalamnya tumbuhan dan hewan. Cangkang dan limbah pabrik Crude
Palm Oil (CPO) merupakan produk samping kelapa sawit yang potensial sebagai
sumber biomassa yang dapat di konversi menjadi energi alternatif.
Alternatif ini memiliki beberapa kelebihan antara lain : sumber energi yang
bersifat terbarukan (renewable) sehingga bisa menjamin kesinambungan
produksi. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) disingkat PTPN III
merupakan produsen utama minyak sawit sehingga ketersediaan bahan baku
akan terjamin dan industri ini berbasis produksi dalam negeri, proses produksi
yang ramah lingkungan dan salah satu bentuk optimasi pemanfaatan sumber
daya untuk meningkatkan nilai tambah (added value).
Kebun dan Pabrik Kela pa Sawit PTPN III menghasilkan limbah padat dan
cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan
sebagian cangkang sawit ± 21 % biasanya dipakai untuk bahan bakar boiler di
pabrik, sedangkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya ± 22%
dari tandan buah segar (TBS) yang diolah, hanya dimanfaatkan sebagai mulsa
atau kompos pada tanaman kelapa sawit yang bernilai tam bah rendah.
Dari 11 (sebelas) unit Pabrik Kelapa Sawit PTPN III estimasi persediaan
cangkang dari tahun 2008 s/d 2017 kurang lebih 160 ton setiap hari. Persediaan
bahan bakar ini sangat potensial menggantikan bahan bakar solar terutama untuk pabrik karet
di lingkungan PTPN III yang cukup besar menggunakan bahan bakar solar. Untuk mengganti bahan bakar solar menjadi bahan bakar cangkang unit Heat Exchanger (TOH). engeluaran investasi diimbangi dengan potensi penghematan sebesar Rp 335.769,- setiap hari dan dapat menurunkan harga pokok produksi Crumb Rubber (SIR-10) antara RP 174.05/kg s/d 189.30/kg.