Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor strategi ekstemal dan internal
yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan usaha gula aren, serta merumuskan
dan merekomendasikan prioritas strategi pengembangan usaha gula aren. Penelitian
dilakukan dengan metode deskriptif melalui survey. Teknik pengambilan contoh
dilakukan secara purposive random sampling, yaitu dengan meninventarisasi faktor
strategi ekstemal dan internal dan dianalisa menggunakan matriks TOWS (Threats,
oppurtunities, weakness, strength) serta analisa QSPM (Quantitative Strategic
Planning Matrix).
Dari hasil analisis External factor evaluation (EFE) dan lntemal Factor
Evaluation (IFE), diperolah hasil bahwa pengembangan usaha gula aren dipengaruhi
oleh 8 faktor eksternal, yaitu konstribusi komoditas gula aren terhadap PAD, adanya
produksi substitusi, lemahnya dukungan perbankan, keamanan sosial, politik dan
keamanan, perkembangan harga gula aren, kebijakan pemerintah, standar mutu,
permintaan pasar terbadap gula aren. Faktor internal terdiri dari 14 faktor yang terdiri
dari rendahnya produktivitas pengusaha gula aren, kerjasama dengan pihak ketiga,
teknologi tepat guna, gula aren merupakan komoditas sejarah, kondisi alam, visi dan
misi kabupaten, tenaga kerja, lembaga penelitian dan pengembangan, organisasi
pengrajin, kelembagaan ekonomi belum berfungsi baik, dukungan sarana dan
prasarana, pembinaan intensif bagi pengusaha gula aren, ketersediaan lahan
pertanian, rendahnya pengetahuan dan ketrampilan manajemen, ketersediaan bahan
baku.
Formulasi dengan menggunakan matriks TOWS dan analisa QSPM, maka telah
di.rumuskan dan direkomendasikan 4 prioritas strategi pengembangan usaha gula aren
jangka pendek dan menengah untuk dapat diimplementasikan oleh pengambilan
kebijakan sebagai berikut: 1) Strategi peningkatan produktivitas dan mutu gula aren,
2) strategi pengembangan SDM dan Lembaga penelitian, 3) Strategi pengembangan
produk, 4) Strategi penetrasi dan pengembangan pasar. Prioritas strategi jangka panjang yang direkomendasikan adalah : 1) Strategi fasilitasi penyediaan sarana dan
prasarana produksi, 2) Strategi pemanfaatan kondisi alam, ketersediaan lahan dan
tenaga kerja, 3) Strategi menjalin kemitraan dan kerjasama, 4) Strategi penyediaan
kredit modal usaha.