Abstract :
Metode pemilihan sampel
dilakukan secara acak (Random Sampling). Jumlah responden yang dipilih sebagai
sampel pada lokasi penelitian yaitu Kabupaten Nias berjumlah 31 KK, Kabupaten
Tapanuli Tengah berjumlah 51 KK, dan Kabupaten Samosir berjumlah
22 KK
berdasarkan data rumah tangga penerima BLT dan Raskin. Data yang
terkumpul,
ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keragaan konsumsi pangan pada
lokasi penelitian antara lain dilihat dari ukuran rumah tangga, jenis
pekerjaan,
umur, penghasilan, pendidikan serta pengaruhnya terhadap konsumsi
pangan rumah tangga.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata tingkat konsumsi
energi
anggota rumah tangga miskin terendah terdapat di Samosir, yaitu 1470
kalori per
orang per hari (0.74 kali kebutuhan kalori yang dianjurkan). Bahkan nilai tertinggi
dari tingkat Konsumsi Energi anggota rumah tangga di Kabupaten Samosir
masih
dibawah kebutuhan kalori yang dianjurkan. Bila diurutkan dari yang terkecil,
rata-rata
kecukupan energi pada rumah tangga miskin adalah sebagai
berikut,
Kabupaten Samosir dibawah 70%, Kabupaten Nias 70-79%, Kabupaten
Tapanuli Tengah 80-89%. Berdasarkan Tingkat Kecukupan Energi
Rumah
Tangga Miskin, Kabupaten Nias dan Tapanuli Tengah berada pada kategori
defisit sedang atau rawan pangan, dan Kabupaten Samosir berada pada kategori
sangat rawan pangan. Dalam hal copying mecahnism, pada 1 (satu) tahun terakhir rumah tangga miskin dari pengamatan 2 (dua) bulan terakhir
penelitian dan recall 2 x 24 jam yang mengalami pengurangan frekuensi
makan
paling tinggi terjadi di Kabupaten Nias yaitu sebesar 58.1%. Hal ini lebih
disebabkan oleh peningkatan harga bahan makanan dan berkurangnya pendapatan
yang dialokasikan untuk membeli bahan makanan. Pengurangan porsi makan
lebih banyak dipilih daripada pengurangan frekuensi makan.