Abstract :
Iklan di televisi adalah sarana yang sangat efektif untuk memasarkan
suatu produk ataupun jasa suatu perusahaan dan juga produk-produk yang
diiklankan di televisi dapat dikatakan suatu procluk dari perusahaan-perusahaan
yang bonafit dan para penonton secara otomatis menganggap produk yang
diiklankan di televisi adalah produk yang berkualitas sehingga produk yang
diiklankan di televisi kemungkinan besar dapat bersaing dipasaran dengan baik
maka itu perusahaan-perusahaan besar sangat menginginkan produk mereka untuk
tampil di televisi. Selain penonton di televisi berjumlah jutaan penonton iklan di
televisi juga dapat di putar pada jam-jam tertentu agar dapat mencapai segmentasi
konsumen yang dituju, misalkan produk yang dituju adalah untuk anak-anak maka
iklan dari produk tersebut dapat diputar pada hari minggu pagi diselang acara
kartun dan acara anak-anak, hal-hal seperti inilah yang membuat iklan di televisi
adalah saran iklan yang sangat efektif. Produk Nokia adalah produk yang sangat
tepat untuk dijadikan penelitian dikarenakan produk Nokia adalah produk di
Indonesia yang tergolong sedikit penjualannya dibanding produk-produk lain
seperti Blackberry, !phone dan Samsung maka itu iklan dari produk Nokia
ataupun cara pemasarannya adalah suatu subjek yang sangat menarik untuk
dijadikan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besamya
Pengaruh lklan Nokia di Stasiun Televisi RCTl Terhadap Minat Beli Siswa di
SMU Harapan Medan dan apakah iklan tersebut dapat meningkatkan pembelian
produk Nokia terhadap siswa SMU Harapan Medan. Penelitian ini dilakukan di
SMU Harapan Medan dikarenakan para siswa tergolong dalam tingkat ekonomi
menengah keatas sehingga para siswa mampu untuk membeli produk Nokia dan
dapat diteliti pola fikir mereka dalam menentukan produk apa dan mengapa
mereka memilih produk telepon seluler tersebut. Setelah diteliti basil menunjukan
bahwa walaupun iklan Nokia tersebut tergolong menarik perhatian para siswa
SMU Harapan di kota Medan namun pada akhimya iklan tersebut tidak dapat
meningkatkan penjualan produk Nokia pada kalangan siswa SMU Harapan
dikarenakan produk Nokia tidak dapat bersaing dengan merk-merk telepon seluler
yang lain seperti Blackberry, Samsung dan !Phone, para siswa menganggap
produk Nokia kalah unggul pada desain dan teknologi dengan kata lain sangat
membosankan dibanding telepon seluler dengan merk yang lain. Pada akhimya
iklan Nokia di stasiun televisi RCTI tidak dapat mengubah citra dari produk
Nokia yang sudah terbenam dalam pemikiran para siswa di SMU Harapan di kota
Medan menjadi suatu produk yang sangat menarik dan patut dibeli. Maka itu
penulis menyimpulkan bahwa citra iklan harus berjalan secara tandem dengan
citra suatu produk yang dipasarkan sehingga dapat mendorong basil penjualan
dari suatu produk ke arah yang diinginkan, ini dapat dibuktikan dari berbagai
perusahaan yang menganggap citra produk ataupun jasa mereka adalah kunci
kesuksesan perusahaan dan juga menganggap citra iklan ataupun citra suatu
sarana pemasaran dijadikan suatu tombak untuk mempenetrasi pasar.