Abstract :
Ketahanan pangan merupakan bagian tertinggi dari pemenuhan hak atas
pangan sekaligus merupakan salah satu pilar utama hak azasi manusia. Ketahanan
pangan juga merupakan bagian sangat penting dari ketahanan nasional. Dalam hal
ini, hak atas pangan seharusnya mendapat perhatian yang sama besar dengan
usaha menegakkan pilar-pilar hak azasi manusia lainnya. Kelaparan dan
kekurangan pangan merupakan bentuk terburuk dari kemiskinan yang dihadapi
rakyat, dimana kelaparan itu sendiri merupa kan suatu proses sebab akibat dari
kemiskinan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : sampai sejauh mana kondisi
internal (partisipasi petani dan modal kerja) dan kondisi ekstemal (Pemerintah
Kabupaten dan lembaga terkait) terhad ap perluasan budidaya tanaman padi untuk
stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil dan bagaimana strategi
yang harus dilakukan dalam perluasan budidaya tanaman padi untuk stabilitas
ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi faktor internal dan
faktor ekstemal dalam perluasan budidaya tanaman padi untuk stabilitas
ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil dan menetapkan strategi yang perlu
dilakukan dalam perluasan budidaya tanaman padi untuk stabilitas ketahanan
pangan di Kabupaten Aceh Singkil.
Penelitian ini adalah jenis penelitian diskriptif (descriptif reseach), yaitu
penelitian yang tidak menguji hipotesa (non hipotesa). Dalam melakukan analisis
data dipergunakan teknik analisis kualitatif, yaitu tehnik analisis SWOT (strength,
weakness, opprotunity, and threats) yang dilakukan melalui proses pemikiran
logis dengan menilai tentang kekuatan dan kelemahan internal organisasi.
Dari hasil analisis, Internal Factor Analysis Summary (IF AS) faktor
kekuatan (S) mempunyai nilai kekuatan 1,75 sedangkan faktor kelemahan
mempunyai nilai 0,80. Sedangkan Ekternal Factor Analysis Sumamary (EF AS)
menunjukkan bahwa untuk faktor peluang (0) nilai sk omya 1,70 dan faktor
ancaman ( T) nilainya 0,75. Nilai skor pada masing-masing faktor internal dan
ekstemal sebag ai berikut : faktor kekua tan (S) = 1,75, faktor kelemaha n (W) =
0,80, faktor peluang (0) = 1,70, dan faktor ancaman (T) = 0,75. Maka strategi
(SO) = 1,75 + 1,7 0 = 3,45, strategi (WO) = 0,80 + 1,70 = 2,50, strategi (ST) =
1,75 + 0,75 = 2,50, strategi ( WT)= 0,80 + 0,75 = 1,55.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa strategi perluasan budidaya
tanaman padi untuk stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Singkil perlu
memanfaatkan strategi SO yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu 3,45.
Strategi ini diambil atas dasar hasil dari analisis SWOT, yaitu strategi SO strategi
yang menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang ekstemal
dengan prioritas strategi sebagai berikut : l ). koordinasi Dinas lingkup pertanian
dalam rangka program perl uasan areal tanam padi untuk ketahanan pangan di
Kabupaten Aceh Singkil, 2) rembug kelompok tani se Kabupaten Aceh Singkil
untuk pengaturan pola tanam dalam rangka peningkatan 1P (Indek Penanaman), 3)
bantuan pompa air pada kelompok tani, disertai pelatihan manajemen dan
tehnologi operasional, untuk meningkatkan debet air di musim kemarau, 4).
proyek PMI padi dengan memanfaatkan dana BLM untuk peningkatan IP dan
produktivitas padi, 5). sekolah lapang budidaya padi dengan memanfaatkan tenaga
Penyuluh Pertanian, 6). demplot cara pembuatan pupuk organik
dengan memanfaatkan limbah padat atau cair ternak sapi.