Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan Persepsi terhadap
Pola Asuh Orangtua dengan Perilaku Agresif Siswa, (2) Hubungan Kecenderugan
Berempati dengan Perilaku Agresif Siswa, (3) Hubungan Persepsi terhadap Pola
Asuh Orangtua dan Kecenderungan Berempati dengan Perilaku Agresif Siswa.
Metode penelitian adalah kuantitatif jenis deskriptif studi korelasional
dengan
pola kajian korelatif dengan menempatkan variabel penelitian dalam
dua
kelompok yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitian
ini
adalah sekolah MTs. Negeri di Kota Medan. Untuk menentukan
sampel
digunakan teknik stratified profesional random sampling sehingga
didapatkan
sampel sebanyak 203 siswa Mts. Negeri di Kota Medan. Instrumen penelitian
yang digunakan adalah skala dengan skala Likerts. Teknik analisis
data menggunakan teknik korelasi dan regresi sederhana serta ganda. Hasil dari
penelitian ini disajikan (1) Terdapat hubungan yang negatif antara
Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua dengan Perilaku Agresif Siswa dengan
koefisien korelasi rx1y = 0,314. Sumbangan efektif yang diberikan oleh
variabel
Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua dengan Perilaku Agresif Siswa
dengan
sumbangan keefektifan adalah sebesar 40,69%, (2) Terdapat hubungan yang
negatif dan signifikan antara Kecenderungan Berempati dengan Perilaku
Agresif
Siswa dengan koefisien korelasi rx1y = 0,366. Sumbangan efektif yang
diberikan
oleh variabel Kecenderungan Berempati terhadap Perilaku Agresif Siswa
adalah
sebesar 12,21 % dan (3) Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan
antara
Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua dan Kecenderungan Berempati
dengan
Perilaku Agresif Siswa dengan koefisien korelasi R = 0,387. Berdasarkan
hasil
penelitian yang diperoleh disarankan dalam penelitian ini perlunya pengembangan. Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua dan Kecenderungan Berempati yang tinggi
adalah upaya untuk menurunkan Perilaku Agresif Siswa di Sekolah. Guru harus
mampu bekerja sama dengan orangtua dan pihak Sekolah lainnya dalam
memberikan perhatian yang lebih kepada siswa dalam upaya menurunkan
Perilaku Agresif Siswa di sekolah. Karena Perilaku Agresif akan berdampak pada
peningkatan kualitas pendidikan.