Abstract :
Manusia tidak suka akan kebisingan. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan. Teknik pengendalian kebisingan memainkan peranan penting untuk menciptakan slxana lingkungan akustik yang nyaman. Ini dapat tercapai ketika intensitas suara diturunkan ke level yang tidak mengganggu
pendengaran manusia. Pencapaian lingkungan akustik yang nyanan ini dapat diperoleh dengan menggunakan beragam teknik. Salah satu teknik tersebut adalah dengan menyerap suara. Penilitian ini menunjukkan bagaimana pengaruh penambahan polyurethane terhadap sifat penyerapan suara dari serat kayu rambung dan sabut kelapa muda. Sehingga paduan polyurethane dengan serat kayu rambung dan sabut kelapa muda ini dapat dijadikan sebagai material akustik untuk penanggulangan kebisingan. Kebisingan di sekitar bangunan yang terus meningkat serta naiknya permintaan bahan bangunan yang bersifat akustik untuk keperluan studio pribadi telah menyebabkan kebutuhan bahan bangunan yang bersifat akustik juga meningkat. Namun, bahan semacam ini tidak secara merata terjangkau masyarakat. Penggunaan bahan limbah, seperti Serat Kayu Rambung dan Serat Kelapa Muda dan Polymeric Foam sebagai bahan baku pembuatan material akustik, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan bangunan bersifat akustik dengan kualitas tinggi namun tetap dalam harga bersaing. Serat Kayu Rambung dan Serat Kelapa Muda menjadi bahan yang realistis dipertimbangkan sebagai bahan utama karena ketersediaannya yang melimpah dan sifat-sifat fisik batangnya yang secara teoretis mampu menjadi bahan akustik yang baik. Penelitian lanjutan ke arah pemanfaatan limbah Sabut Kelapa Muda dan Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai bahan baku material akustik sedang dilaksanakan.