Abstract :
Kunci keberhasilan Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatera
Utara dalam menjalankan pelaksanaan tugas pokok, fungsi yang diemban, serta
dapat mewujudkan visi dan misi yang berdasarkan kebijakan Menteri Agama RI
dan peraturan perundang-undangan perlu didukung oleh kinerja pegawai yang
optimal. Namun kenyataannya kinerja pegawai belum optimal dan masih
menyimpan beberapa masalah antara lain: lambatnya proses administrasi, belum
tertibnya pengelolaan kepegawaian, belum tertibnya pengelolaan perlengkapan,
belum terwujudnya efisiensi dan efektifitas, dan adanya sorotan masyarakat yang
diekspose melalui mass media terhadap kinerja Kanwil Depag Propinsi Sumatera
Utara.
Fenomena diatas oleh penulis perlu dilakukan penelitian dengan judul
"Analisis Kinerja Pegawai Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatera
Utara". Analisis Kinerja Pegawai ini ditinjau dari beberapa faktor yang terindikasi menjadi penyebabnya seperti: disiplin kerja, produktivitas, uraian pekerjaan (job
description), budaya organisasi dan kompetensi kepemimpinan.
Penelitian dilakukan secara langsung kelokasi penelitian dengan
cara obeservasi, kuesioner, dan wawancara, objek penelitian diambil sample sebanyak 20 orang untuk pejabat eselon dan sebanyak 60 orang pegawai. Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk tabulasi terdiri dari 45 tabel, lalu dikembangkan dengan
tabel
histogram dan pareto agar dapat digambarkan diagram histogram dan
pareto
untuk ditentukan skala prioritas perbaikannya. Efektifnya perbaikan berkelanjutan perlu dikembangkan lagi dengan menggunakan diagram sebab akibat (cause
effect
diagram) lalu dibuatkan tabel untuk mengetahui unsur-unsur yang
menjadi
penyebab yang paling mungkin untuk diambil tindakan perbaikan berkelanjutan secara efektif agar Kinerja Pegawai pada Kantor Wilayah Departemen Agama
Propinsi SUmatera Utara bisa optimal. Optimalnya kinerja pegawai akan menghasilkan manfaat-manfaat yang
sesuai dengan harapan sebagai berikut: adanya peningkatan produktivitas kerja,
adanya perubahan budaya organisasi, adanya peningkatan peran kompetensi kepemimpinan, adanya penyempurnaan uraian pekerjaan (job description)
dan
adanya peningkatan disiplin kerja.