Abstract :
Adapun perumusan masalah daiam penelitian ini adalah sistem informasi manajemen yang diterapkan belum terlaksana dengan baik, sehingga menimbulkan kendala bagi pimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat dan akurat dalam usaha pencapaian tujuan parusahaan. Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini antara lain adalah membandingkan antara teori di perkuliahan dengan kenyataan dalam perusahaan, serta ingin mengetahui secara langsung sampai sejauh mana sistem informasi manajemen dalam pengambilan keputusan
memberi manfaat pada PT. Bank Mandiri (Persero) Medan Balai Kota.
Metode peneiitian untuk memperoleh data dilakukan melalui riset
kepustakaan, risat lapangan, teknik pengumpulan data melalui
pengamatan; wawancara dan daftar pertanyaan yang ditujukan langsung kepada pejabat yang berwenang dalam perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu : Metode deskriftif dan dedukatif. Adapun kesjmpulan penuHs antara lain adalah sebagai
berikut:
1. PT. Bank Mandiri (Persero) Medan Balai Kota, bergerak dalam bidang jasa keuangan (perbankan) yang berlokasi di jalan Balai Kata Medan serta mempunyai kantor-kantor cabang pembantu yang berlokasi di kawasan Kotamadya Medan.
2. Struktur organisasi yang dipilih dan dibuat oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Medan Balai Kota yaitu sistem organisasi garis dan staff yang mana sistem tersebut teiah memenuhi prinsip organisasi yang baik. Keadaan ini dapat dilihat bahwa talah terdapat suatu departementalisasi dalam perusahaan atau perbankan yang menggambarkan fungsi-fungsi dimaksud.
3. Walaupun sistem infomasi manajemen yang dijalankan oleh
perusahaan atau perbankan merupakan sistem informasi dua arah dan efektif tetapi didalam prakteknya masih juga terjadi sesekali bahwa informasi yang diberikan oleh sekretaris kepada satu bagian tidak diketahui oleh bagian tersebut, hal ini terjadi karena penyampaian informasi hanya melalui surat edaran tanpa melalui informasi langsung, baik meialui tatap muka maupun meialui aiphone, sehingga disamping surat edaran tersebut perlu suatu lnformasi langsung yang lebih mendekatkan pada ingatan seseorang. Hal ini bukan berarti akan dapat menghambat pembuatan laporan tetapi perlu adanya keselarasan di
dalam melaksanakan hubungan informasi.