Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keharmonisan commuter
family pada anggota BRIMOB, untuk mengetahui faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya keharmonisan commuter family, dan untuk mengetahui
strategi dan tahapan pada keluarga commuter family. Penelitian ini dilakukan pada keluarga anggota BRIMOB di Medan. Waktu penelitian dilaksanakan
pada
Desember 2016 sampai Maret 2017. Teknik pengambil sampel menggunakan
teknik snowball sampling. Subjek penelitian berjumlah 2 keluarga
anggota BRIMOB yang mengalami penikahan commuter family karena mendapatkan
bawah kendali operas (BKO). Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode
penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang
digunakan adalah analisis pada tingkat awal, pada saat pengumpulan
data dan setelah selesai pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini yaitu kedua keluarga
mengaku pertama kali berjauhan dengan keluarga timbul rasa kesepian dan
kesedihan. Selain itu istri harus mampu menjalani dua peran sekaligus bagi anak-anaknya
yaitu sebagai ayah dan ibu, saat suami melaksanakan tugas. Rasa
jenuh
dan takut sering dirasakan olehkedua keluarga. Pada tahap awal mengalami commuter family, kedua keluarga mengaku mengalami ketidak percayaan pada
pasangan sehingga menimbulkan masalah dalam keluarga. Masalah yang
ada
diselesaikan melalui dialog keluarga yang baik. Mendekatkan diri kepada
Tuhan
menjadi salah satu faktor mempertahankan keharmonisan keluarga. Kunci
utama
menjaga keharmonisan pada kedua keluarga ini, sehingga tetap bertahan adalah
dengan selalu berkomunikasi, saling pengertian, kerja sama, dan membangun rasa
kasih sayang. Tidak melakukan hal-hal di luar batas, dan memegang komitmen
pernikahan.