Abstract :
Meningkatnya jumlah siswa yang bermasalah dalam konteks
sekolahan adalah siswa yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah menjadi pemicu bagi Yayasan Pendidikan Mulia Medan untuk membentuk penghukuman bagi siswa bermasalah disekolahnya dengan memberlakukan "penjara sekolah" dan menarik penulis untuk membahasnya dalam penelitian ini. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah apakah model penerapan hukuman penjara sekolah dapat memperbaiki atau membina siswa bermaslaah yang tidak patuh terhadap peraturan sekolah di Yayasan Pendidikan Mulia Medan.
Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan melalui penelusuran berbagai referensi maupun dokumen yang relevan dengan judul
penelitian selanjutnya dianalisa secara kualitatif. Hasil yang didapat pada umumnya siswa menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik terbukti dari menurunnya jumlah siswa bermasalah dari 443 orang siswa pada Tahun Ajaran 2007-2008 menjadi 46 orang siswa pada Tahun Ajaran 2008-2009.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah model penerapan
hukuman penjara sekolah di Yayasan Pendidikan Mulia Medan memberikan konstribusi
dalam memperbaiki perilaku siswa bermasalah dan disarankan kepada institusi pendidikan yang lain untuk menerapkan model penjara sekolah bagi
siswa bermasalah sebagai bentuk hukuman alternatif terakhir di institusinya
masing-masing dengan memperhatikan aspek-aspek psikologis, keamanan
dan kesehatan.