Abstract :
Digunakan
metode Analisis Regresi Dua Prediktor, di mana yang menjadi prediktor
pertama
( variabel bebas I) adalah rasa humor dan prediktor kedua ( variabel bebas II)
adalah inteligensi dan yang menjadi kriterium (variabel terikat/tergantung)
adalah kreativitas verbal. Berdasarkan analisis data, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1). Terdapat hubungan positif antara rasa humor dan inteligensi dengan
kreativitas
verbal. Hasil ini ditunjukkan dengan koefisien F reg = 28,424 dimana p <0,010. Ini
menandakan bahwa semakin tinggi rasa humor dan semakin tinggi
inteligensi,
maka kreativitas verbal juga semakin tinggi. Sebaliknya semakin semakin rendah
rasa humor dan semakin rendah inteligensi, maka kreativitas verbal juga semakin
rendah. 2). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara rasa humor dengan
kreativitas verbal dengan mengendalikan variabel inteligensi. Hal ini dilihat dari
koefisien korelasi = 0,174; p < 0,050. Berdasarkan hasil ini maka hipotesis yang
diajukan dinyatakan diterima. Kemudian diketahui bahwa rasa humor
memberikan kontribusi terhadap kreativitas verbal hanya sebesar 1,407%. 3).
Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara inteligensi dengan
kreativitas verbal dengan mengendalikan variabel rasa humor. Hal ini dilihat dari
koefisien korelasi = 0,458 ; p < 0,010. Berdasarkan hasil ini maka hipotesis yang
diajukan dinyatakan diterima. Kemudian diketahui bahwa inteligensi memberikan
kontribusi terhadap kreativitas verbal sebesar 20,187%.
Total kontribusi yang diberikan oleh kedua variabel (rasa humor dan
inteligensi) tehadap kreativitas verbal adalah sebesar 21,594%. Dari hasil ini maka diketahui bahwa masih terdapat 78,406% pengaruh dari variabel lain terhadap
kreativitas verbal individu.
Subjek penelitian ini, yakni siswa SMP Negeri 1, 7, 23, 32 dan SMP
Negeri 40 dinyatakan memiliki inteligensi yang tergolong normal, sebab nilai
yang diperoleh 42,228 berada pada grade Ill. Ini setelah disesuaikan dengan
norma tingkat kecerdasan, dimana nilai 42,228 berada pada grade III yakni ratarata
atau normal. Untuk rasa humor, diketahui bahwa subjek penelitian ini
dinyatakan memiliki rasa humor yang tergolong sangat tinggi, sebab mean
empirik (90,168) lebih besar dari mean hipotetik (62,5) dimana selisihnya kedua
nilai rata-rata atau mean tersebut melebihi bilangan SD atau SB, yakni 11,319.
Kemudian untuk variabel kreativitas verbal, subjek penelitian ini ternyata
memiliki kreativitas verbal yang masuk dalam kategori average, sebab
nilai rata-rata
empirik yang diperoleh 108,985, berada pada persentil 91 - 110 pada norma
Tes Kreativitas Verbal.