Abstract :
Dalam upaya untuk membuktikan ketiga hipotesis di atas, maka digunakan
metode analisis data Analisis Varians Dua Jalur, dimana yang menjadi
jalur
pertama adalah latar belakang pendidikan dan yang menjadi jalur
kedua
(keduanya disebut sebagai variabel bebas) adalah masa kerja. Sebagai
variabel
yang akan diukur atau variabel terikatnya adalah kinerja para guru.
Berdasarkan analisis data yang menggunakan Analisis Varian Dua
Jalur, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari
latar belakang pendidikan terhadap kinerja. Hasil ini diketahui dengan melihat
nilai atau koefisien perbedaan Anava atau FA= 8,978 dengan p< 0,010. 2).
Terdapat
pengaruh yang signifikan dari masa kerja terhadap kinerja. Hasil ini
diketahui
dengan melihat nilai atau koefisien perbedaan Anava F8 = 4,131 dengan
p <
0,050. 3) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latar belakang pendidikan
dan masa kerja secara bersama-sama terhadap kinerja. Hasil ini diketahui dengan
melihat nilai atau koefisien perbedaan Anava F AB = 0,267 dengan p > 0,050.
Berdasarkan data-data yang telah diperoleh, terlihat bahwa nilai rata-rata
antara kinerja pada kelompok atau jalur A, yakni jalur latar belakang pendidikan,
diketahui bahwa guru yang berpendidikan sarjana (S1) memiliki kinerja yang
lebih tinggi dengan nilai rata-rata kinerja 203,400 daripada kinerja guru yang
berpendidikan D2 dengan nilai rata-rata kinerja 197,300 dan SMA sederajat
dengan nilai rata-rata kinerja 189,433.
Selanjutnya guru yang memiliki masa kerja antara 4 sampai 10 tahun
memiliki kinerja yang lebih tinggi dengan nilai rata-rata kinerja 201,594
dibandingkan dengan guru yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun dengan nilai rata-rata kinerja 196,926 dan guru yang memiliki masa kerja antara 1 sampai 3
tahun dengan nilai rata-rata kinerja 191,538.
Berdasarkan perbandingan kedua nilai rata-rata di atas (mean hipotetik clan
mean empirik), maka diketahui bahwa para guru yang mengajar di Raudhatul
Athfal memiliki kinerja yang sangat tinggi.