Abstract :
PKS Rambutan adalah salah satu dari 11 PKS milik PT. Perkebunan
Nusantara III dengan kapasitas olah 30 ton/jam. Dengan produk yang dihasilkan
adalah Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel), dimana pada skripsi ini
biaya untuk pengolahan CPO dan kernel telah disatukan.
Perhitungan harga po)cok produksi pada suatu perusahaan adalah hal yang
sangat penting. Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat
berakibat buruk bagi perusahaan, karena harga produksi inilah yang akan
dijadikan dasar untuk analisa rencana dan kekuatan pemasaran, penentuan harga
l jual dan penentuan nilai persediaan. lnformasl mengenai harga pokok produksi ini
akan sangat membantu manajemen untuk mengevaluasi kinerja produksi
perusahaan.
Analisa Break Even Point dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan
pengawasan dalarn pengarnbilan keputusan. Analisa Break Even Point merupakan
salah satu bentuk analisa biaya, harga jual, dan volume penjualan yang
mempunyai hubungan yang erat dan bahkan saling berkaitan. Biaya akan
menentukan harga jual dan harga jual akan mempeng.aruhi volume penjualan.
Sedangkan volume penjualan akan mempengaruhi volume produksi dan volume produksi a.kan mempengaruhi biaya per unit. Jumlah produksi yang besar akan
menghasilkan harga pokok produksi yang kecil, sebaliknya semakin sedikit
jumlah produksi yang dihasilkan ma.ka harga pokok produksi a.kan semakin besar.Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat Break Even Point
tertinggi dicapai pada bulan Agustus sebesar Rp.25.518.089.050,- dan terendah
pada bulan Januari sebesar Rp.17.375.340.660,-
Harga pokok produksi rata-rata untuk tiap kilogram produk pada tahun 2009
adalah Rp.4.253,25/kg dengan total biaya Rp.265.916.878.506,-
Perhitungan profit contribution analysis dengan menaikkan harga pokok
sebesar 75% telah menunjukkan perubahan terhadap Break Even Point yaitu
Rp.22.722.072.330,- atau 3.490.301 kg dan total penjualan Rp.495.755.028.400,-