Abstract :
PT. Tjipta Rimba Djaja Medan, suatu perusahaan yang memproduksi kayu lapis
dan memiliki tenaga kerja dalam jumlah yang banyak terutama di bagian produksi.
Supaya perusahaan dapat tetap mempertahankan bisnisnya harus selalu mengadakan
perbaikan-perbaikan sistem kerja sehingga mampu bersaing terhadap perusahaan sejenis
di pasar global serta dapat mempertahankan kelangsungan operasi perusahaan di masa
yang akan datang. Tenaga kerja merupakan bagian dari sistem kerja, apabila
produktivitas tenaga kerja rendah merupakan suatu pemborosan bagi perusahaan.
Berkaitan dengan penempatan tenaga kerja di bagian produksi dilakukan penentuan
produktivitas tenaga kerja yang akan menjadi informasi dalam melakukan perbaikan
sistem kerja atas pemborosan tersebut.
,.
Penentuan produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan metode work sampling
(
berdasarkan job deskripsi dari tenaga kerja paaa waktu bekerja. Metode work sampling
adalah metode pengukuran waktu yang dilakukan secara langsung untuk mengetahui
distribusi pemakaian waktu saat bekerja atau untuk mengetahui tingkat pemanfaatan
mesin-mesin, peralatan dan fasilitas kerja oleh tenaga kerja. Pengamatan dengan metode
work sampling dilakukan dengan kunjungan pada waktu tertentu secara acak (secara
random), maka performance keseluruhan pekerjaan itu dapat dianggap mewakili
pengamatan.
Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas rata-rata (P) dari setiap unit kerja
bagian produksi, semua data memenuhi uji kecukupan data dan uji keseragaman data,
maka produktivitas tenaga kerja rata-rata dari keseluruhan unit kerja P = 0, 75 dianggap
mewakili data pengamatan dari bagian produksi. Dari basil perbitungan produktivitas tenaga kerja di bagian produksi masib
rendab, dimana P = 0, 75 bal ini menunjukkan pemanfaatan waktu kerja masib kurang
efektif dan berdasarkan pengamatan indikator yang menyebabkan tenaga kerja non
produktif : tidak di tempat lokasi kerja, menganggur, ngobrol, duduk-duduk, berada di
kegiatan lain pada waktu bekerja.
Maka upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan melakukan training
untuk meningkatkan pengetabuan kerja dan ketrampilan maupun memperbaiki sikap
mental setiap tenaga kerja sebingga di dalam melakukan tugas-tugasnya lebib efisien dan
· produktif serta meningkatkan pengawasan dengan memberikan sanksi. berupa surat
peringatan atau tegoran kepada setiap tenaga kerjaryang non produktif. Dengan melakukan perbaikan-perbaikan dibarapkan dapat meningkatkan
produktivitas tenaga kerja 5% atau 10%, bila dikonversikan peningkatan produktivitas ke
dalam basil produksi maka jumlah produksi yang ditingkatkan sebanyak 12,58 m3 per
hari untuk peningkatan 5% atau sebanyak 25, 16 m3 per bari untuk peningkatan 10%
produktivitas tenaga kerja.