Abstract :
PT. Gold Coin Indonesia - Medan Mill, merupak:an salah satu perusahaan
yang bergerak dalarn bidang pembuatan pak:an temak:. Setiap tahunnya PT. Gold
Coin Indonesia - Medan Mill menghasilkan 240.000 ton pak:an temak sebagai
produk utama dan pakan khusus.dengan jumlah produk tersebut, maka dilakukan
peramalan penjualan.
Perarnalan penjualan perlu dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan
persediaan di masa mendatang. Hasil peramalan penjualan tersebut diharapkan
dapat membantu agar perencanaan pemesanan persediaan oleh perusahaan
mencapai keadaan optimal. Keadaan optimal tersebut akan tercapai jika total
biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya kehabisan barang nilainya
minimal.
Perarnalan adalah merupak:an suatu metode untuk mengestimasi kebutuhan
pada masa yang ak:an datang yang didasarkan pada yang masa yang
lalu.Peramalan permintaan ak:an produk dan jasa di wak:tu mendatang dan bagianbagiannya
adalah sangat penting dalarn perencanaan dan pengawasan produksi.
Dilihat dari grafik data penjualan selarna 4 tahun, mak:a metoda perarnalan
yang cocok digunakan adalan metoda siklis (musiman) dan konstan yang juga
merupakan metoda dalam pemecahan masalah. Perhitungan perarnalan dengan
metode siklis dan konstan dilak:ukan perhitungan nilai Standar Error Estimate
(SEE).
Penentuan peramalan penjualan dengan metode yang tepat ditentukan
berdasarkan nilai Standar Error Estimate (SEE) terkecil dalarn peramalan.
Rekapitulasi perhitungan Standar Error Estimate (SEE) menunjukkan metode
siklis (Musiman) memiliki nilai kesalahan terkecil dibandingkan dengan metode
konstan yakni Standar Error Estimate (SEE) adalah 772.6.
Jumlah penjualan tahun 2008 adalah 78438 ton, dibandingkan dengan
peramalan penjualan tahun 2009 yakni 78544,8 ton, tidak: jauh berbeda hal ini
metoda siklis untuk peramalan penjualan di PT.Gold Coin Indonesia-Medan Mill
cocok digunakan. Dibandingkan kapasitas mesin produksi dengan jumlah penjualan sangat
berbeda diamana PT. Gold Coin Indonesia-Medan Mill mampu memproduksi
240000 ton setiap tahunnya, hal ini dipengaruhi pangsa pasar yang belum
semakin meluas.