Abstract :
Pada bagian lain sisi kantor, terdapat para pialang - pialang saham yang
menyaksikan dari monitor tv tentang pergerakan saham, saham yang ada di Bursa
Efek Jakarta (BEJ) maupun Bursa Efek Surabaya (BES) dengan kata lain pusat
informasi pasar modal medan turut berperan aktif dalam memperkenalkan sejumlah saham - saham, kepada para masyarakat Medan khususnya pada pemilik modal yang
ingin memiliki sejumlah saham yang disajikan melalui pusat informasi pasar modal
medan tersebut Baik itu saham - saham unggulan maupun saham - saham yang
mempunyai prospek yang cerah dikemudian hari. Selain menyajikan informasi
tentang saham - saham, para pialang ingin juga mengetahui tentang Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indikalor utama yang menggambarkan
pergerakan harga saham. Hal ini menggambarkan bahwa Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSC) tersebut sebagai indikator trend pasar, sebagai indikator tingkat
keuntungan, sebagai tolak ukur (benchmark) kinerja suatu portofolio, memfasilitasi
pembentukan portololio dengan strategi pasif dan juga memfasilitasi berkembangnya
produk derivatif.
Dengan adanya pasar modal, kegiatan bisnis lembaga perbankan dan
lembaga bukan bank bertambah apabila mereka mengambil posisi di pasar modal,
seperti menjadi underwriter, guarantor, trustee, perantara masing. Arti positif dari itu
semua adalah mewujudkan sasaran pembangunan nasional, yakni menciptakan
lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan per kapita. Dengan adanya pasar
modal, hubungan komplementer antara bank dan pasar modal, semakin meningkat.
Bank - bank yang mau memperluas modal dapat memanfaatkan pasar modal. Di
samping itu, pasar modal dapat membantu nasabah bank untuk mengadakan
restrukturisasi modalnya.
Pasar modal dapat mengalokasikan dana kepada berbagai jenis perusahaan
dan milik siapa saja. Melalui pasar modal dapat diterapkan pemerataan memperoleh dana bagi perusahaan. Selain itu juga pasar modal merupakan wadah yang dapat
menghilangkan monopoli sumber modal dan monopoli pemilikan perusahaan.