Abstract :
Salah satu fungsi manajemen adalah planning atau perencanaan, dan perencanaan ini merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu
perusahaan, karena alcan mempengaruhi secara langsung kelancaran serta
keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu
kelancaran atau keherhasilan perusahaan akan sangat tergantung pada
kemempuan manajemen perusahaan dalam membuat rencana kegiatan dimasa
xang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dengan ad:mya perencanaan yang baik maka akan memudahkan
bagi manajemen pemsahaan, karena semua kegiatan dapat diarahkan untuk
mencapai tujuan yang telah direncanakan dan perencanaan itu sendiri dapat
digunak:an sehagai dasar untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan
perusahaan. Perencanaan perusahaan dapat dilakukan dengan program budget yang berisi taksiran penghasil.an yang akan diperoleh dan biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk memperoleh laba tersebut. Analisa titik impas erat kaitannya dengan program budget. Analisa ini merupakan suatu metode yang dapat di gunakan untuk melihat hubungan antara biaya, volume, harga jual, serta penentuan laba. Analisa titik impas dapat memberikan alternatif penyelesaian terhadap hubungan kerja, volume, dan harga jual yang harus dipenuhi dalam periode tertentu. PT. Duta Putra Sumatera Medan adalah perusahaan distributor sepeda motor merk Suzuki untuk wilayah Sumatera Utara clan Aceh sejak tanggal 28 Okrober 1981 . Pada mulanya perusahaan ini bemama PT. Suzuki Expo Motor. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 28 Oktober 1 981 dengan Akte Notaris Agus Salim No. 75 dalam bentuk Perseroan Terbatas, berkedudukan di jalan Haji Adam Malik no. 101 Medan
Adapun permasalahan yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini
adalah bagaimanakah Jterusahaan menerapkan analisa titik impas sebagai
alat pengendalian laba. Dari analisis dan evaluasi yang telah dilakukan, penulis berkesimpulan bahwa pada perusahaan telah menerapkan analisa titik impas untuk pengendalian laba dengan metode matematis dan grafik. Namun perusahaan belum melakukan penggolongan biaya kedalam biaya tetap dan biaya variabel. Dari kesimpulan yang diperoleh, penulis memberikan saran sebagai berikut: