Abstract :
Perusahaan tentunya sudah menyadari bila sumber daya manusianya
cukup trampil tetapi sarana dan prasarana tidak mendukung, maka tujuan yang
diinginkan perusahaan tidak akan tercapai dengan hasil yang memuaskan. Untuk itu
penulis menitik beratkan masalah ini pada sarana dan prasarana yang mendukung
pelayanan jasa penerbangan khususnya dalam hal berkoordinasi, demi tercapainya
target yang diinginkan oleh perusahaan.
Dari permasalahan diatas, penulis memberikan hipotesis sehubungan
dengan masalah yang dihadapi PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandar Udara Polonia
Medan yaitu: Apabila sarana dan prasarana terutama dalam hal berkoordinasi
dapat berjalan dengan baik, maka kejadian-kejadian yang dapat
berjalan dengan baik maka kejadian-kejadian yang dapat membahayakan
keselamatan dan kenyamanan penerbangan tidak akan dapat terjadi lagl."
Dari permasalahan dan hipotesis yang dikemukakan diatas, penulis
mengambil kesimpulan berdasarkan penelitian yarg dilakukan. Adapun kesimpulannya
adalah:
1. PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandar Udara Polonia Medan adalah perusahaan
dibidang jasa penerbangan yang mempunyai kegiatan didalam pelayanan lalu
lintas udara, jasa kebandar-udaraan dan pemeliharaan fasilitas Bandar udara.
2. Fasilitas ataupun sarana dan prasarana yang tersedia khususnya dalam hal
berkoordinasi dengan unit-unit pelayanan lalu lintas udara terkait, tidak dapat
berjalan dengan baik.
3. Sumber daya manusia walaupun terdidik dan terampil, bila menghadapi
padatnya arus lalu lintas udara seperti saat ini, dapat mengakibatkan kefatikan
dan kejenuhan yang dapat mengakibatkan pula kealpaan dalam melakukan
tugasnya tersebut.
4. Dengan tidak berfungsinya sarana koordinasi, dapat mengakibatkan bahaya
yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.