Abstract :
Penelitian dan hasil perhitungan yang dilakukan, apabila menggunakan
metode EoQ dalam pengadaan bahan baku akan didapatkan penghematan biaya.
Jika penyelenggaraan bahan baku didasarkan pada metode Eoe terdapat
penghematan biaya tahun 2012 sebesar Rp. 524.213.388, dan pada tahun 2013
sebesar Rp. 674.116.686, Dengan demikian berarti ada perbedaan yang sangat
nyata antara kebijaksanaan persediaan yang dilakukan menurut perusahaan
dengan perhitungan menurut EOQ.
Melihat hasil diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan bahan baku
setiap tahunnya mengalami peningkatan persediaan bahan baku, frekuensi
pembeliaan bahan baku bila menggunakan metode EoQ adalah 3 kali dalam satu
periode ( I tahun), batas atau titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan oleh
perusahaan bila menggunakan metode EoQ tahun 2012 sebesar 544,6 m3 dan
pada tahun 2013 sebesar 3014,56 m3. Total biaya persediaan bahan baku yang
dihitung menurut EoQ lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan oleh
perusahaan, maka ada penghematan biaya persediaan bahan baku bila perusahaan
menggunakan metode EoQ dalam persediaan bahan bakunya. saran yang dapat
penulis sampaikan adalah perusahaan sebaiknya meninjau kembali kebijakan
persediaan bahan baku yang selama ini telah dilakukan,perusahaan sebaiknya
menentukan besamya persediaan pengaman (Safety Stock), pemesanan Kembali
(Reorder Point), dan persediaan maksimum (Maximum Inventory) untuk
menghindari resiko kehabisan bahan baku (Stock Out) danjuga kelebihan bahan
baku sehingga dapat meminimalisasi biaya bahan baku bagi perusahaan.