Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan agresivitas pada remaja
ditinjau dari pola asuh orangtua, dimana dalam penelitian ini pola asuh yang
dimaksud terdiri dari tiga jenis , yakni otoriter, demokratis, dan permisif. Subjek
penelitian ini adalah remaja yang ada di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa,
khususnya kelas XI. Berdasarkan beberapa teori yang di tulis dalam Bab 2,
peneliti mengajukan hipotesis yang berbunyi: terdapat perbedaan agresivitas pada
remaja ditinjau dari pola asuh orangtua. Dengan asumsi, anak yang diasuh dengan
pola asuh otoriter memiliki agresivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan
anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis dan pola asuh permisif. Dalam
upaya membuktikan hipotesis tersebut, maka penelitian ini menggunaklan
Analisis Varians 1 Jalur, dimana dalam penelitian ini yang menjadi klasifikasi
atau jalumya adalah pola asuh orangtua, yakni otoriter (Al), demokratis (A2) dan
permisif (A3). Selanjutnya pola asuh orangtua ini disebut sebagai variabel bebas
(X), sedangkan variabel yang akan diukur atau variabel terikatnya (Y) adalah
agresivitas.
Berdasarkan analisis data yang menggunakan Analisis Varians 1 J alur,
didapatkan hasil-hasil sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan agresivitas yang
signifikan antara remaja yang di asuh dengan pola asuh otoriter dengan pola asuh
demokratis dan permisif. Hasil ini dapat diketahui dengan melihat nilai atau
koefisien perbedaan Anava dengan koefisien F = 22.465 dengan koefisien
signifikansi 0.000, hal ini berarti nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari
0.050 (p = 0.000 < 0.050). dengan demikian maka hipotesis yang diajukan
berbunyi ada perbedaan Agresivitas ditinjau dari pola asuh otoriter, demokratis
dan permisive, dinyatakan, diterima. 2) Selanjutnya dengan melihat nilai rata-rata
diketahui bahwa siswa yang diasuh dengan pola asuh demokratis memiliki
agresivitas yang lebih rendah dengan nilai rata-rata empirik sebesar 89.762
dibandingkan dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter dengan nilai
rata-rata empirik sebesar 113 .114 dan siswa yang diasuh dengan po la asuh
permisif dengan nilai rata-rata empirik sebesar 103.137. Berdasarkan hasil
penelitian ini diketahui bahwa agresivitas pada remaja di SMA Negeri 1 Tanjung
Morawa, berada pada kategori Tinggi, sebab mean hipotetik (87 .500) lebih kecil
dari mean empirik (105.137), dimana selisih antara mean empirik dan hipotetik
(17.637) melebihi bilangan satu SB/SD (16.385).