Abstract :
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan, maka penulis
mencoba mengambil hipotesa yaitu:
"Jika pengawasan bahan baku dilakukan secara efektif, maka target
produksi hasil refinery akan tercapai.
Adapun kesimpulan penulis adalah sebagai berikut:
1. PT. Asian Agro Agung Jaya merupakan perusahaan refinery
(penyulingan), yang mengolah bahan dasar CPO (minyak kelapa sawit)
menjadi RBD (Refine Bleach Deodorizeed) Olein/ minyak goreng, CPS
(Crude Palm Stearin) dan Fatty Acid.
2. Data dari tahun 1994 - 1998, dilihat bahwa selama 6 (enam) tahun,
target produksi tidak tercapai, karena jumlah CPO yang akan diolah
tidak terpenuhi.
3. Pengawasan terhadap mutu bahan baku utama yaitu : CPO ditentukan
olah tiga unsur, yaitu : Kadar Asam Lemak Bebas, Kadar Air dan Kadar
Kotora, merupakan hal yang paling mempengaruhi mutu hasil
produksi.
4. PT. Asian Agro Agung Jaya sudah mempunyai sarana utulitas yang
lengkap, serta tata letak pabrik yang cukup baik untuk mendukung
proses produksi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal
5. Pengawasan tenaga kerja sudah cukup baik yang dapat dilihat dari
jumlah ketidak hadiran tanpa alasan yang kecil.
6. Pengawasan proses produksi yang diterapkan juga sudah cukup baik,
dimana kerusakan mesin jarang terjadi, dan penyimpangan-penyimpangan
yagn terjadi dapat diatasi.
7. Untuk pengawasan mutu produksi, setiap bagian laboratorium telah
menunjukkan peranan yang sangat penting dalam menyesuaikan mutu
hasil produksi dengan standarmu tu RISPA dan PORAM.