Abstract :
Kekurangan energi kronis (KEK) diketahui melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA) ibu yang kurang dari 23,5 cm atau dibagian pita merah LILA. Akibat yang paling khas dari kejadian Kekurangan Energi Kronis adalah bayi berat lahir rendah (BBLR),. Berdasarkan pengambilan data awal yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, data kejadian kekurangan energi kronik pada tahun 2021 Puskesmas Somba Opu merupakan salah satu puskesmas yang kasusnya cukup tinggi 131 penderita kekurangan energi kronik.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variable yang berkontribusi pada keikutsertaan ibu hamil pada program pencegahan KEK di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Cross-Sectional Study dengan jumlah sebanyak 56 ibu hamil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengaruh pemberian pendidikan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam mengikuti program pencegahan KEK dengan nilai p=0,542. Ada hubungan antara pengaruh pengetahuan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam mengikuti program pencegahan KEK dengan nilai p=0,000. Ada hubungan antara pengaruh dukungan petugas kesehatan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam mengikuti program pencegahan KEK dengan nilai p=0,004.
Diharapkan puskesmas dan petugas kesahatan dapat memberikan edukasi, penyuluhan kepada ibu hamil mengenai kekurangan energi kronik (KEK).