Abstract :
Hygiene dan sanitasi makanan merupakan permasalahan Kesehatan
yang cukup kompleks. Kebersihan dan Kesehatan makanan sangat
bergantung pada kondisi personal hygiene penjamah makanan, sebab
perhatian yang kurang terkait perilaku hygiene dapat menjadi faktor resiko
dan penyebab penularan berbagai macam penyakit melalui makanan yang
diolahnya. Selain dari kualitas bahan makanan yang digunakan, terjadinya
masalah kesehatan juga dapat dipicu melalui cara penjamah makanan dalam
mengolah dan menyajikan makanannya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara faktor predisposisi (pengetahuan, sikap,
pendidikan, dan lama kerja), faktor pendukung (fasilitas dan lingkungan), dan
faktor pendorong (pengawasan instansi terkait) dengan personal hygiene
pada pedagang makanan di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode
cross sectional study untuk mengetahu apakah ada hubungan antara
independent (faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong)
dan dependen (personal hygiene). Sampel yang digunakan pada penelitian
ini sebanyak 30 pedagang makanan dengan Teknik pengambilan sampel
total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi chi-square dengan
derajat kepercayaan ? = 0,05.
Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan
personal hygiene pada pedagang makanan yaitu faktor predisposisi
(pengetahuan dengan p-value = 0,007), dan faktor pendukung (fasilitas
dengan p-value = 0,016). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa faktor predisposisi (pengetahuan) dan dan faktor pendukung
(fasilitas) memiliki hubungan yang signifikan dengan personal hygiene pada
pedagang makanan di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare.
Diharapkan kepada pedagang makanan agar lebih meningkatkan
perilaku hygienenya dan tetap menjaga dan melestarikan kebiasaan
berperilaku hygiene pada saat mengolah dan menyajikan makanan. Tidak
2
adanya dampak negatif yang dapat dilihat secara langsung dari tindakan
tidak menerapkan perilaku hygiene bukan menjadi alasan bagi pedagang
makanan untuk tidak menerapka perilaku hygiene dengan baik saat bekerja.