Abstract :
Dermatitis adalah penyakit peradangan atau inflamasi pada kulit yang di tandai dengan adanya ruam kemerahan, terasa gatal serta panas pada bagian telapak tangan, dan punggung. Berdasarkan data di Poliklinik Pabrik Gula Bone Arasoe tahun 2022, kasus penyakit akibat kerja ditemukan 6 pekerja usia 20-44 tahun dan 7 pekerja usia 45-54 tahun yang mengalami penyakit dermatitis akibat kerja
Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pada bagian tanaman PT. Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Gula Bone. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling jumlah sampel sebanyak 88 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji kolerasi chi-square.
Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa lama kerja tidak ada hubungan dengan penyakit dermatitis yaitu (p=0,985 > 0,05), masa kerja ada hubungan dengan penyakit dermatitis yaitu (p=0,028 < 0,05), personal hygiene tidak ada hubungan dengan penyakit dermatitis yaitu (p=0,755 > 0,05), cara penyemprotan pestisida tidak ada hubungan dengan penyakit dermatitis yaitu (p=0,985 > 0,767), frekuensi penyemprotan tidak di uji statistic karena semuanya normal, dan penggunaan APD berhungan dengan penyakit dermatitis yaitu (p=0,031 < 0,05).
Diharapkan kedepanya agar kesehatan pekerja tanaman PT. Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Gula Bone melakukan pengawasan dan pengarahan terhadap pekerja untuk senantiasa menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan juga selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja agar pekerja terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat timbul saat melakukan pekerjaan.