Abstract :
Indonesia dalam rangka penyelenggaraan Universal Health
Coverage (UHC) membentuk Program Jaminan Kesehatan Masyarakat
(JKN) oleh Badan Perlindungan Masyarakat (BPJS) yang diharapkan
membantu mensejahterakan kesehatan masyarakat. Tetapi, hal ini tidak
sejalan karena adanya penonaktifan peserta BPJS PBI di Kelurahan
Salokaraja yang pada tahun 2022 tersisa 232 orang dengan 92 kartu
keluarga yang masih aktif sehingga perlunya dilihat gambaran peserta
yang masih aktif menjadi peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran aspek demografi dan
sosial ekonomi kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di
Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Jenis penelitian ini menggunakan survey deskriptif . Populasi
dalam penelitian adalah peserta BPJS PBI di Kelurahan Salokaraja.
Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dan jumlah
sampel adalah 48 KK. Metode analisis data menggunakan uji univariat.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peserta BPJS PBI tertinggi
pada jenis kelamin perempuan sebanyak 66,7%, umur 45-65 tahun
sebanyak 37,5%, pendidikan tamat SD sebanyak 33,3%, pekerjaan yaitu
ibu rumah tangga sebanyak 54,2%, pendapatan dibawah upah minimum
kabupaten di Kabupaten Soppeng sebanyak 95,8% dan indikator
kemiskinan oleh BPS menunjukkan bahwa tidak sesuai sebanyak 72.9%.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peserta penerima bantuan
iuran lebih banyak pada jenis kelamin perempuan dengan umur 45-65
tahun yang memiliki pendidikan mayoritas tamat SD dan pekerjaannya
sebagai ibu rumah tangga, tetapi didapatkan bahwa mereka memiliki
kepala rumah tangga sebagai petani. Mayoritas pendapatan dibawah UPK
di Kabupaten Soppeng dan indikator kemiskinan oleh BPS menunjukkan
bahwa sebagian besar lebih banyak tidak sesuai. Diharapkan pada
peneliti selanjutnya pula melakukan penelitian terkait aspek lain yang
berhubungan dengan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).