Abstract :
Debu merupakan komponen bahan kimia yang memiliki partikel kecil dan dapat bersumber dari produksi, yang dapat menyebabkan gangguan pada pekerja baik dari kesehatan maupun keselamatannya. Paparan debu di tempat kerja dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut dan kronis pada pekerja. Berdasarkan data 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Pomalaa, penyakit teratas yaitu ISPA dengan jumlah kasus pada tahun 2022 sebanyak 1.410 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gangguan pernapasan pada pekerja yang terpapar debu di PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berada di bagian Smelting 4 PT. Antam Tbk UBPN Kolaka yaitu sebanyak 51 pekerja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data di analisis dengan menggunakan uji chi-square dan melakukan pengukuran kadar debu menggunakan alat Haz-Dust (EPAM- 5000).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara kadar debu dengan gangguan pernapasan (p=0,192). Ada hubungan antara umur dengan gangguan pernapasan (p=0,005). Ada hubungan antara masa kerja dengan gangguan pernapasan (p=0,001). Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan gangguan pernapasan (p=0,119). Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan gangguan pernapasan (p=0,112).
Hasil penelitian ini menyarankan bagi pekerja di perusahaan untuk lebih memerhatikan kesehatan pekerjanya terutama pekerja yang termasuk golongan tua dan pekerja yang telah bekerja sudah bertahun-tahun lamanya. Untuk peneliti selanjutnya agar bisa lebih dalam melakukan penelitian dengan menambahkan variabel lain dan juga mencari populasi yang lebih luas sehingga mendapatkan sampel yang beragam