Abstract :
Secara umum analisa tegangan pada penampang beton dengan metoda elemen hingga dapat
dijumpai pada beberapa macam analisa jenis tegangan. Salah satunya adalah perilaku struktur
pada balok beton, baik pada pembebanan vertikal maupun horizontal yang memerlukan analisis
struktur balok beton yang signifikan. Saat ini banyak metoda yang digunakan untuk
menurunkan persamaan elemen hingga untuk analisis penampang balok beton, salah satu
pendekatan yang dilakukan untuk menurunkan persamaan elemen yaitu metoda kekakuan.
Daerah penampang beton yang dianalisis dapat mempunyai bentuk, beban dan kondisi batas
yang bervariasi. Kemudahan penggunaan metode elemen hingga untuk berbagai hal tersebut
bisa tergabung dalam suatu program komputer serba guna yang dapat menyiapkan data
pemilihan jenis, geometri, kondisi batas dan sebagainya. Pada metode elemen hingga titik-titik
elemen akan beralih tempat, sehingga terjadi suatu peralihan tempat atau displacements.
Peralihan adalah suatu vektor dan karenanya secara umum mempunyai tiga komponen ialah: u,
v, dan w. Ketiga besaran skalar ini didekati dengan fungsi yang merupakan fungsi interpolasi
antara peralihan titik-titik nudal yang dipilih pada tepi elemen. Rumusan masalah dalam
penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana penerapan metoda elemen hingga pada perhitungan tegangan
penampang balok beton? dan (2) Berapa besar tegangan yang terjadi pada penampang balok
beton apabila diberikan gaya ? gaya luar atau pembebanan baik horizontal maupun vertikal?
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Memperkenalkan metoda elemen hingga pada balok tinggi
(deep beam) dengan perbandingan antara tinggi dan bentang lebih dari 2/5 untuk balok menerus
dan lebih dari 4/5 untuk balok atas dua tumpuan dan (2) Mengidentifikasi selisih besaran
tegangan yang terjadi dalam menganalisa penampang beton (balok) dengan metoda elemen
hingga.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besaran tegangan yang terjadi pada elemen 1 dan
elemen 2 mempunyai besaran yang berbeda, tetapi dengan bahan yang sama. Besaran tegangan
dan sifat yang terjadi pada elemen 1 dan elemen 2 mempunyai besaran dan sifat yang berbeda