Abstract :
Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu penghasil kopi robusta di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2018 produksi kopi robusta mencapai 1.217,27 ton, tetapi pada tahun 2022 produksi kopi robusta di Kabupaten Bulukumba mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni mencapai 230,81 ton. Untuk Peningkatan produksi kopi dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara mengoptimalkan penggunaan sarana produksi untuk kemudian digunakan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganailisis penggunaan sarana produksi, jumlah produksi, pendapatan, pengaruh penggunaan sarana produksi dan efisiensi penggunaan sarana produksi pada usahatani kopi robusta di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 sampai dengan Agustus 2023 di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis cobb- douglas, dan analisis efisiensi. Hasil Penelitian ini meliputi Sarana Produksi yang digunakan petani kopi robusta adalah pupuk urea sebesar 135,64 kg, pupuk TSP 83,00 kg, pupuk NPK 45,78 kg, pestisida gramoxone 1,33 L, pestisida supremo 0,73 L, dan tenaga kerja 106,77 (HKP). Pengaruh faktor produksi pupuk, pestisida dan tenaga kerja secara simultan
berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kopi robusta. Faktor-faktor yang
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produksi kopi robusta di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba adalah tenaga kerja, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk NPK, pestisida gramoxone, dan pestisida supremo. Hasil analisis efisiensi teknis yaitu sebesar 0,646, sedangkan analisis efisiensi alokatif/harga yaitu sebesar -
13,31, memperoleh hasil analisis efisiensi ekonomis yaitu -8,60 sehingga menunjukkan
bahwa semua variabel sarana produksi tidak efisien terhadap produksi kopi robusta di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, dengan nilai < 1. Rata-rata produksi 1.010 kg/petani atau rata-rata 600,12 kg per hektar. Dengan pendapatan rata-rata /petani sebesar Rp. 15.629.103 atau Rp. 9.676.88/ha.