Abstract :
Diabetes melitus merupakan suatu keadaan tubuh yang dimana tingginya kadar gula darah puasa yang melebihi batas normal hal ini disebabkan oleh difisiensi insulin atau resistensi insulin. IDF memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia yang menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk usia yang sama. Prevalensi diabetes diperkirakan meningkat seiring penambahan umur penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada umur 65-79 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah kerja Puskesmas Mandalle, Kec. Mandalle, Kab. Pangkep.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan studi Cross Sectional untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah kerja Puskesmas Mandalle, Kec. Mandalle, Kab. Pangkep. Pengambilan sample mengunakan rumus Slovin dengan teknik Random Sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Metode analisis data yang di gunakan ialah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara umur dengan kualitas hidup, uji statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh hasil nilai ?value=0,004 < 0,05, ada hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup, uji statistik dengan menggunakan Chi- Square diperoleh hasil nilai ?value=0,000 < 0,05, ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kualitas hidup, uji statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh hasil nilai ?value=0,005 < 0,05, ada hubungan antara pola makan dengan kualitas hidup, uji statistik dengan menggunakan Chi- Square diperoleh hasil nilai ?value=0,001 < 0,05, serta tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup, uji statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh hasil nilai ?value=0,571 < 0,05.
Peneliti menyarankan bahwa Sering-sering berolahraga dan menjaga pola hidup sehat agar kondisi organ-organ dalam tubuh tetap terjaga kesehatannya. Bagi wanita sebaiknya mengurangi mengonsumsi jajanan (makanan manis) agar terhindar dari penyakit diabetes. Tempuhlah pendidikan setinggi mungkin karena dengan pendidikan yang baik kita
xii
dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Perlu dimaksimalkannya program kerja pola makan mengenai perubahan kebiasaan mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok dengan umbi-umbian yang ada. Pada kualitas hidup pasien DM tipe 2 bebrapa responden yang memiliki kualitas hidup yang rendah sehingga diperlukan pengawasan lebih oleh tenaga kesehatan dan keluarga guna menekan angka kejadian DM.