Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Isti Anriyani AS, Isti Anriyani AS
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2024-03-04 07:08:41
Abstract :
Bawang merah (Allium Ascalonicum L) merupakan salah satu kebutuhan pokok di Indonesia. Rantai pasok merupakan semua kegiatan yang terkait dengan arus dan transportasi barang hingga sampai pengguna akhir, serta seluruh arus informasi terkait, atau jalan penciptaan nilai dari produsen dasar ke konsumen, termasuk semua transportasi dan layanan logistik yang terhubung di dalamnya Pelaku rantai pasok dari hulu ke hilir bertindak atas informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi di pasar. Setiap pelaku rantai pasok memiliki tujuan, karakter dan strategi yang berbeda-beda Meskipun setiap pelaku memiliki strategi yang berbeda, pelaku rantai pasok bekerja sama dalam proses pembelian, produksi dan penjualan. Peran dan kontribusi berbagai aktor dalam rantai pasok merupakan substansi yang penting dalam rantai pasok.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) Mendeskripsikan rantai pasok pemasaran bawang merah, (2) Menganalisis marjin pemasaran bawang merah, (3) Menganalisis farmer?s share bawang, dan (4) Menganalis efisiensi pemasaran bawang merah di Desa Jenetallasa, Kecematan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November s/d Desember 2023. Populasi dalam penelitan ini sebanyak 300 orang petani bawang merah diambil sampel 10% dari total populasi sehingga jumlah sampel 30 orang petani bawang merah. Untuk lembaga pemasaran dilakukan dengan metode snowball sampling, terpillih 6 pedagang diantaranya: 3 pedagang pengecer, 2 pedagang besar dan 1 pedagang pengumpul. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, farmer?s share dan efisiensi pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Desa Jenetallasa ada 3 saluran yakni : saluran I (produsen-pedagang pengecer Desa Jenetallasa -konsumen), saluran II (produsen-pedagang besar Desa Jenetallasa - pedagang pengecer Jeneponto - konsumen) dan saluran III (produsen-pedagang pengumpul
Desa Jenetallasa -pedagang besar Kecamatan Rumbia -pedagang pengecer Kota
Makassar -konsumen). Marjin untuk setiap saluran pemasaran yaitu pada saluran I
sebesar Rp 4.000/kg, total marjin pemasaran saluran II sebesar Rp 7.000/kg dan
total marjin pemasaran saluran III sebesar Rp 8.000/kg. Saluran pemasaran bawang
merah yang paling efisien adalah saluran I yakni sebesar 2,5% dengan jumlah
farmer?share sebesar 84,61% dan yang paling tidak efisien adalah saluran
pemasaran III yakni sebesar 10,6% dengan jumlah farmer?share sebesar 70,83%