Abstract :
Tuberculosis merupakan salah satu penyakit menular yang
disebabkan oleh basil kuman Mycrobacteriumtuberculosis yang masuk
kedalam tubuh dengan gejala batuk yang akan berlangsung selama 2
minggu, yang akan dikuti dengan berbagai gejala tambahan yaitu dahak
yang bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, dan badan lemas, nafsu
makan menurun, berat badan menurun, berkeringat pada malam hari tanpa
adanya kegiatan fisik dan demam meriang selama satu bulan. Adapun
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor kondisi rumah sebagai
determinan kejadian penyakit Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas
Pampang Kota Makassar Tahun 2024. Berdasarkan hasil survei lapangan
kondisi lingkungan rumah di kelurahan Pampang Kecamatan Panakukang,
permukiman yang sangat padat dan kumuh. Sedangkan pengambilan data
awal di Puskesmas Pampang dan di kelurahan pampang
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan
cross sectional study untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
ventilasi, pencahayaan alami, kepadatan hunian, dan kontak serumah
dengan penyakit Tuberkulosis Paru. Dimana data yang menyangkut
variabel independen dan dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang
bersamaan secara langsung. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja
Puskesmas Pampang Kota Makassar. Adapun waktu penelitian di di
laksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Sampel adalah bagian dari populasi
yang akan diteliti atau sebagian dari karakteristik yang dimiliki populasi.
Sampel ditentukan dengan rumus slovin sehingga sampel dalam penelitian
ini sebanyak 114.
Hasil Penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara ventilasi,
pencahayaan, kepadatan hunian dan kontak serumah dengan kejadian
penyakit tuberkulosis paru. Terdapat hubungan antara luas ventilasi
dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota
Makassar Tahun 2024 dengan nilai hasil uji statistik diperoleh nilai diperoleh
nilai p=0,000 atau (p < α=0,05). Terdapat hubungan antara pencahayaan
dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota
Makassar Tahun 2024 dengan nilai hasil uji statistik Chi-Square, diperoleh
nilai p=0,000 (p < α=0,05). Terdapat hubungan antara kepadatan hunian
dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota
Makassar Tahun 2024 dengan nilai hasil nilai uji statistik Chi-Square,
diperoleh nilai p=0,008 (p < α=0,05). Terdapat hubungan antara Kontak
serumah dengan kejadian Tuberkulosis di di wilayah kerja Puskesmas
Pampang Kota Makassar Tahun 2024 dengan nilai hasil nilai uji statistik
Chi-Square, diperoleh nilai p=0,000 (p < α=0,05).
Diharapkan pada peneliti selanjutnya melakukan penelitian ini lebih
lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat menjelaskan mengenai
penyebab penyakit tuberkulosis paru. Untuk Masyarakat diharapkan
membuat ventilasi rumah yang sudah sesuai dengan aturan rumah
sehatUntuk Masyarakat agar lebih diharapkan mempunyai kesadaran untuk
memperhatikan kondisi fisik rumah seperti pencahayaan rumah agar bisa
memenuhi syarat. Untuk Masyarakat diharapkan agar memperhatikan
kepadatan huniannya agar tidak menimbulkan penularan penyakit
tuberkulosis. Untuk Masyarakat agar tidak melakukan kontak langsung
dengan penderita