Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Putri Jasmine Febriani Firda Leo, Putri Jasmine Febriani Firda Leo
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-03-18 04:07:24
Abstract :
Penerapan mitigasi risiko dalam proses usahatani kentang di Desa
Erelembang ditujukan untuk meminimalisir jumlah kerugian pascapanen yang
diakibatkan oleh tingginya produk cacat. Mitigasi risiko dilakukan dengan cara
mengidentifikasi risiko, menemukan akar penyebab risiko dan merumuskan aksi
mitigasi terhadap penyebab risiko yang dimiliki dampak paling besar terhadap
usahtani kentang. House of Risk (HOR) didasarkan pada gagasan bahwa
manajemen risiko proaktif berusaha untuk fokus pada tindakan preventif, yaitu
mengurangi kemungkinan sumber risiko terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi kejadian risiko dan
penyebab risiko yang dihadapi petani di Desa Erelembang. (2) Menganalisis
manajemen risiko yang dilakukan oleh para petani kentang di Desa Erelembang.
(3) Mengukur tingkat risiko usahatani kentang di Desa Erelembang. (4)
Merumuskan alternatif strategi mitigasi risiko usahatani kentang di Desa
Erelembang. Metode analisis data digunakan untuk menjawab tujuan penelitian
pertama dan kedua adalah analisis deskriptif dan Data yang diperoleh selanjutnya
diolah dengan bantuan Microsoft Excel 2016 dengan metode analisis House of Risk
(HOR).
Hasil penelitian memunjukkan bahwa : Dari hasil pengolahan data yang
telah dilakukan didapatkan 13 kejadian risiko dan 13 penyebab risiko yang dihadapi
petani di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Sulawesi
Selatan. Dimana, petani menghadapi 13 kejadian risiko, yaitu: Memar pada
Kentang (R1), Penyakit Daun (R2), Kegagalan dalam Mengidentifikasi Varietas
Tanaman (R3), umbuhan Gulma yang Tidak Terkendali (R4), Fluktuasi Harga
Pasar (R5), Penurunan Kualitas Kentang (R6), Petani Sulit Mendapatkan
Keuntungan (R7), Daun pada Tanaman Layu (R8), Pola Tanam yang Tidak Tepat
(R9), Kesuburan Tanah yang Rendah (R10), Biaya Produksi yang Tinggi (R11),
Kerugian Finansial (R12), Kerusakan pada Umbi Kentang (R13). Lalu dari kejadian
resiko yang didapatkan ditemukan 13 penyebab risiko utama, yaitu: Lama
Penyimpanan Setelah Panen (A1), Hujan yang Terus Menerus Selama Musim
Tanam (A2), Kurangnya Pelatihan dan Pengetahuan Petani (A3), Keterbatasan
Sumber Daya Manusia (A4), Harga Kentang yang Rendah (A5), Keterlambatan
Penggunaan Pestisida (A6), Ketergantungan pada Pengecer (A7), Bibit yang Tidak
Unggul (A8), Menanam Kentang secara Terus-menerus pada Lahan yang Sama
(A9), Tanah yang Terlalu Padat (A10), Pengeluaran yang Meningkat, Sementara
Pendapatan dan Hasil Panen Tidak Stabil (A11), Kurangnya Penerimaan Petani
terhadap Inovasi (A12), Keterlambatan Panen (A13). Berdasarkan pengolahan data
yang dilakukan, didapatkan 13 mitigasi risiko untuk tiap penyebab risiko, yaitu:
Pemotongan Bagian yang Rusak dan Pemberian Pupuk yang Seimbang (T1) dan
(T8), Memastikan Drainase Baik untuk Mengurangi Kelembapan (T2), (T4) dan
(T10), Mengembangkan Kerja Sama dengan Pemerintah untuk Mendapatkan
Dukungan dan Subsidi (T3) dan (T7), Membentuk atau Mempererat Kerja Sama
Antar Petani untuk Memperkuat Negosiasi Harga (T5), Pemilihan Pestisida yang
Sesuai dan Meningkatkan Kesadaran terhadap Penyakit dan Hama (T6), Mengganti
Tanaman Sesuai Musim untuk Menghindari Kekurangan Nutrisi Tanah (T9),
Pengembangan Varietas Tanaman yang Lebih Produktif dan Tahan Penyakit (T11)
dan (T13), Mengembangkan Kerja Sama dengan Organisasi Pertanian (T12). Dari
hasil pengolahan data yang dilakukan didapatkan strategi mitigasi yang dilakukan
terhadap usahatani kentang di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao
Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan didapatkan hasil 8 strategi. Pada petani, dari
hasil evaluasi strategi diketahui bahwa strategi paling baik untuk diterapkan adalah
T7 (Mengembangkan Kerjasama dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan
dan subsidi) dengan nilai PTK 4,34 sedangkan strategi paling kecil pengaruhnya
untuk diterapkan adalah T1 (Pemotongan bagian pada bagian yang rusak setelah itu
memberikan pupuk yang seimbang) dengan nilai PTK 2,06.