Abstract :
RINGKASAN
Universitas Muslim Indonesia
xi
Kegemukan merupakan keadaan dimana terjadi penumpukan atau
penimbunan lemak tubuh yang berlebihan akibat terjadinya
ketidakseimbangan dalam asupan nutrisi (intake) dengan pemakaian
(Expenditure) energi oleh seseorang, sehingga berat badan tubuh
seseorang jauh diatas normal. Pola konsumsi makan remaja ditandai
dengan rendahnya asupan buah dan sayuran, serta seringnya
mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti Ultra Processed food
makanan Ultra Processed menyumbang 57,9% dari asupan energi dan
sekitar 90% berasal dari gula tambahan. Penelitian ini bertujuan Untuk
mengetahui pengaruh konsumsi makanan atau minuman Ultra Processed
Food terhadap kejadian kegemukan pada remaja putri di SMK-SMAK
Makassar.
Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu
siswi SMK-SMAK Makassar kelas XI yang berjumlah 130 orang. Teknik
pengambilan sampel yaitu menggunakan total populasi dimana semua
populasi dijadikan sampel. Metode analisis data menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji regresi logistik.
Dari hasil penelitian konsumsi makanan Ultra Processed dalam
kategori sering dan mengalami kegemukan sebanyak 27,0%. Berdasarkan
uji statistik dengan menggunakan uji regresi logistik di peroleh nilai p value
= 0,418 (p>0,05), jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara
konsumsi makanan Ultra Processed terhadap kejadian kegemukan pada
siswi kelas XI di SMK-SMAK Makassar. Hasil penelitian konsumsi minuman
Ultra Processed dalam kategori sering dan mengalami kegemukan
sebanyak 28,6%. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji regresi logistik
diperoleh nilai p =value 0,634 (p>0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak
ada pengaruh antara konsumsi minuman Ultra Processed terhadap
kejadian kegemukan pada siswi kelas XI di SMK-SMAK Makassar.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan untuk remaja putri agar
mengurangi konsumsi makanan dan minuman Ultra Processed. Saran
untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji variabel lain seperti
aktivitas fisik, faktor lingkungan, dan faktor genetika (keturunan) yang
mempengaruhi kegemukan remaja putri di SMK-SMAK Makassar.