Abstract :
Hipertensi menjadi salah satu PTM yang menyebabkan gangguan
kardiovaskuler dan ginjal, serta meningkatkan angka kematian, di mana 90-
95% kasusnya didominasi oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, hipertensi
menempati posisi keempat sebagai faktor risiko tertinggi penyebab
kematian, dengan persentase 10,2%. Hipertensi dikenal sebagai
pembunuh diam-diam karena banyak pasien yang tidak tahu mereka
mengidap penyakit ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang dapat
mempengaruhi prevalensi hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja
Puskesmas Ralla tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan desain cross sectional untuk menyelidiki keterkaitan
antara berbagai faktor dan tingkat prevalensi hipertensi di kalangan pra
lansia. Sasaran penelitian ini yaitu orang-orang berusia 45 sampai 59 tahun
yang termasuk kelompok pra lansia. Terdaapat 97 orang dipilih sebagai
sampel dalam penelitian ini. Data yang telah dikupulkan kemudian dianalisis
menggunakan perangkat lunak SPSS dengan metode analisis univariat dan
bivariat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Jenis
Pekerjaan (p = 0,034 < 0,05) dengan Kejadian Hipertensi sedangkan tidak
ada hubungan antara Jenis Kelamin (p = 0,591 > 0,05), Riwayat Keluarga
(p = 0,878 > 0,05), Aktivitas Fisik (p = 0,720 > 0,05), Kebiasaan Merokok
(p = 1,0 > 0,05), Konsumsi Garam Berlebih (p = 0,870 > 0,05) dan Obesitas
(p = 0,404 > 0,05) dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah
kerja Puskesmas Ralla Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
Berdasarkan temuan dari studi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa
terdapat kaitan antara jenis pekerjaan dengan kejadian hipertensi.
Sementara itu, tidak ditemukan hubungan antara faktor jenis kelamin,
riwayat keluarga, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan garam berlebih
dan obesitas dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia pra lansia di
wilayah kerja Puskesmas Ralla Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.