Abstract :
Salah satu perilaku masyarakat yang masih kurang dalam bidang
sanitasi adalah tingkat kesadaran masyarakat dalam penggunaan jamban.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan jamban sehat
sebagai sarana untuk buang air besar, serta akses sanitasi jamban sehat
yang masih buruk akan mencemari lingkungan dan memberikan dampak
pada masalah kesehatan seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus
abdominalis, polio dan terhambatnya pertumbuhan pada balita
Jenis penelitian yang akan digunakan adalah kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan Quasi Eksperimen two group pre-post test
design yaitu pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan
pendidikan kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pengaruh
penyuluhan dan MP3 terhadap perilaku pemanfaatan jamban. Pertamatama
dilakukan pengukuran dengan membagikan keusioner, lalu
pemberian materi pendidikan kesehatan tentang Jamban, kemudian
kuesioner akan dibagikan kembali pada responden yang sama
Berdasarkan hasil analisis dengan uji Wilcoxon dengan tingkat
kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan
diperoleh nilai p value= 0,003 ≤ 0,05, sikap diperoleh nilai p value= 0,00 >
0,05, tindakan nilai p value= 0,003 > 0,05 sebelum dan sesudah dilakukan
penyuluhan menggunakan media mp3. Pengetahuan diperoleh nilai p
value= 0,00 ≤ 0,05, sikap diperoleh nilai p value= 0,00 > 0,05, tindakan
nilai p value= 0,001 > 0,05 sebelum dan sesudah dilakukan
penyuluhan.Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada
pengaruh penyuluhan dan media mp3 terhadap perilaku pemanfaatan
jamban di desa Bontomanai tahun 2022.
Pihak Puskesmas Bontomanai perlu meningkatkan penyuluhan
sesuai dengan tingkatan pengetahuan masyarakat yang terfokus pada
peningkatan pemanfaatan jamban keluarga, baik melalui posyandu, arisan
ibu- ibu, kegiatan pemuda maupun kegiatan lainnya