Abstract :
Penyakit Diabetes Melitus (DM) masuk ke 10 besar penyebab
kematian di dunia. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) tahun
2021 jumlah kasus diabetes mencapai 537 juta orang. Indonesia
diperkirakan populasi diabetes dewasa yang berusia antara 20-79 tahun
adalah sebanyak 19.465 jiwa. Data awal menunjukkan jumlah penderita
diabetes di Puskesmas Taraweang pada tahun 2022 sebanyak 153 pasien.
Pada tahun 2023 meningkat menjadi 159 dan tahun 2024 meningkat
menjadi 222 pasien yang didominasi oleh pra usia lanjut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Kadar
Glukosa Darah Sewaktu pada Lansia Di Desa Bara Batu.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif
kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive
sampling dengan jumlah sampel 78 orang. Pengumpulan data dilakukan
dengan pemeriksaan Glukosa darah menggunakan 3in1 autocheck dan
kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji Chi-square pada SPSS.
Penelitian ini menggunakan variabel diperoleh Kualitas Tidur, Stress
IMT dan Aktivitas Fisik. Usia lanjut yang memiliki kadar GDS Tinggi
sebanyak 28 orang (35,9%), kualitas tidur kurang sebanyak 49 orang
(62,8%), yang memiliki Stress kategori Ringan sebanyak 24 orang (30,8%)
dan Aktivitas Fisik yang kurang sebanyak 48 orang (61,5%). Hasil penelitian
menunjukkan nilai (p<0,05) terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar
GDS, ada hubungan stress dengan kadar GDS, dan ada hubungan aktifitas
fisik dengan kadar GDS, dan nilai (p>0,05) menunjukkan tidak ada
hubungan IMT dengan adar GDS.
Hasil analisa data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan kualitas tidur, stress dan aktivitas fisik dengan kadar
glukosa darah sewaktu dan tidak terdapat hubungan IMT dan kadar GDS.