Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
M. Nasir, Nurul Istiqamah
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2025-03-18 04:08:51
Abstract :
ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi terbaik karena memiliki
beberapa manfaat, salah satunya yaitu mendukung perkembangan motorik
kasar bayi. Motorik Kasar adalah perkembangan yang mendukung
kekuatan otot-otot besar, seperti saat bayi tengkurap, merangkak, duduk,
berdiri, berjalan, berlari, melompat, serta menangkap dan melempar bola.
Menurut, hasil riskesdar, persentase anak di Indonesia yang mengalami
gangguan dalam perkembangan motorik kasar mencapai 12,4% dan
menurut SKI, di Indonesia hanya 55,5% bayi 0-6 bulan yang menerima ASI
eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola
pemberian ASI terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-24
bulan di wilayah kerja Puskesmas Pangkajene.
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional study. Sampel sebanyak 62 bayi usia 6-24
bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian
menunjukkan sebanyak 69,4% bayi memiliki perkembangan motorik kasar
normal dan sebanyak 30,6% bayi memiliki motorik kasar abnormal.
Terdapat pengaruh pola pemberian ASI (p=0,000) dan pengetahuan ibu
tentang stimulasi (p=0,002) dengan perkembangan motorik kasar bayi usia
6-24 bulan diwilayah kerja Puskesmas Pangkajene. Sedangkan Umur
(p=0,225), jenis kelamin (p=1,000), dan riwayat penyakit yang diderita bayi
(p=0,475) tidak memiliki pengaruh terhadap pekembangan motorik kasar
bayi usia 6-24 bulan diwilayah kerja Puskesmas Pangkajene.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel yang berpengaruh
terhadap perkembangan motorik kasar pada usia bayi 6-24 adalah pola
pemberian ASI dan pengetahuan ibu tentang stimulasi. Adapun variabel
yang tidak berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi
usia 6-24 bulan adalah umur, jenis kelamin, dan pengetahuan. Disarankan
kepada ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya di 6 bulan
pertama agar perkembangan motorik kasarnya tetap normal.