DETAIL DOCUMENT
Peran Tengkulak Pada Kegiatan Produksi Dan Pemasaran Gabah Serta Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani di Desa Bolong, Kecamatan Walenreng Utara, Kabupaten Luwu
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Imran Hamsal, Imran Hamsal
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-04-11 00:43:30 
Abstract :
Kehadiran tengkulak ditengah masyarakat cenderung dipandang negatif dalam sistem perekonomian petani. Padahal peran tengkulak tersebut tidak selalu bersifat negatif, tengkulak memiliki sisi positif, salah satu peran penting tengkulak dalam aspek ekonomi adalah sebagai role penggerak ekonomi di wilayah Pedesaan. Tengkulak memiliki kedudukan penting dalamsistem pemasaran pertanian, tengkulak juga mempunyai jaringan sosial yang luas. Jaringan sosial yang dimiliki oleh tengkulak yang pada kenyataannya tidak dimiliki oleh petani sehingga terciptalah hubungan ketergantungan diantara keduanya Tujuan penelitian yaitu, 1) mendeskripsikan peran tengkulak pada proses produksi usahatani padi di Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, 2) mendeskripsikan peran tengkulak pada proses pemasaran gabah, 3) menganalisis produksi dan pedapatan petani yang menjual gabah melalui tengkulak, 4) mendeskripsikan saluran pemasaran gabah, 5) menganalisis nilai famer share yang diterima petani yang mejual gabah melalui tengkulak. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis famer share. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu. Dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai Petani. Populasi dalam penelitian terdiri dari 3 kelompok tani kemudian mengambil sampel satu kelompok tani, ditentukan secara purposive dengan pertimbangan kelompok tani tersebut aktif bermitra dengan tengkulak. Sehingga jumlah sampel petani sebanyak 30 orang. Penentuan sampel tengkulak ditentukan secara purposive, yaitu tengkulak yang cukup lama bermitra dengan sampel. Jumlah sampel tengkulak sebanyak 3 orang (berdasarkan hasil wawancara dengan petani sampel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran tengkulak pada proses produksi usahatani padi di Desa Bolong Kecamatan Walenreng adalah tengkulak tidak berperan memberikan bantuan tenaga kerja dan tidak memberikan bantuan tunai modal usaha kepada petani. Tengkulak memberikan bantuan dalam bentuk non tunai berupa bantuan benih, pupuk dan peralatan. 2) peran tengkulak pada proses pemasaran gabah, tengkulak tidak memberikan bantuan informasi kepada petani. Tengkulak berperan sebagai pedagang perantara. 3) produksi gabah yang dihasilkan petani rata-rata 13.185kg/petani atau 14.983kg/ha. Pendapatan petani yang menjual gabahnya melalui tengkulak rata-rata Rp.70.415.660/petani/tahun atau Rp.77.778.342/ha/tahun. 4). pemasaran gabah petani yang bermitra dengan tengkulak melalui saluran petani – tengkulak – pegadang besar – konsumen. 5). Farmer share yang diterima petani yang memasarkan gabahnya melalui tengkulak sebesar 46,67%. Menurut Dahl dan Hammond (2000) dimana jika farmer share < 60% maka farmer share tidak efisien 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia