Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Limpo Hidayat, Muh. Syahrul
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2025-06-04 02:52:48
Abstract :
HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan global
yang signifikan. Berdasarkan data WHO (2020), terdapat 37,7 juta
orang di seluruh dunia yang hidup dengan HIV, dan jumlah kasus baru
terus meningkat, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Di Kabupaten
Jeneponto, HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi
tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS, terutama di wilayah
kerja Puskesmas Bangkala.
Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan gejala
HIV/AIDS di poli VCT puskesmas bangkala. Teknik pengambilan
sampel menggunakan stratified random sampling. Jumlah sampel
sebanyak 55 orang yang di pilih sesuai dengan kriteria inklusif dan
ekslusif. Metode analisis data menggunakan uji statistik bivariat (Chisquare)
untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Variabel
yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, tindakan, dan persepsi
terhadap kejadian HIV/AIDS.
Dari hasil penelitian di peroleh bahwa pengetahuan memiliki
hubungan bermakna dengan kejadian HIV/AIDS (p = 0,001 < α =
0.05). Sikap tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian
HIV/AIDS (p = 1,000 > α = 0.05),. Tindakan tidak memiliki hubungan
bermakna (p = 0,566 > α = 0.05). Persepsi tidak memiliki hubungan
bermakna (p = 1,000 > α = 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa hanya
pengetahuan yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian
HIV/AIDS di wilayah kerja puskesmas bangkala kabupaten jeneponto
tahun 2023.
Di harapkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai
HIV/AIDS melalui edukasi berkelanjutan, penyuluhan di sekolahsekolah,
dan kampanye media sosial. Sikap positif terhadap ODHA
perlu diperkuat untuk mengurangi stigma, dengan melibatkan pemuka
agama dan tokoh masyarakat. Tindakan preventif seperti penggunaan
kondom dan tes HIV rutin harus didorong, terutama pada kelompok
berisiko tinggi. Selain itu, program untuk memperbaiki persepsi
masyarakat terhadap HIV/AIDS, berdasarkan bukti ilmiah, perlu
diintensifkan guna mengurangi mitos yang beredar.