Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Sukma Hadisa, Sukma Hadisa
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-06-04 02:53:15
Abstract :
Pisang adalah salah satu suku Musaceae, berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Tanaman pisang ini cocok untuk tumbuh di daerah tropis serta merupakan tanaman
yang tidak musiman tetapi dapat berbuah sepanjang tahun. Manfaat buah pisang adalah
meningkatkan kekebalan tubuh yang mengandung zinc yang dapat mendukung
pertumbuhan sel-sel kekebalan tubuh. Pisang kaya akan potassium yang penting untuk
menjaga kesehatan jantung. Menjaga keseimbangan elektrolit dan mendukung fungsi
otot yang normal. Adapun beberapa produk olahan dari pisang yaitu seperti keripik
pisang yang menjadi salah satu produk olahan pisang yang paling umum dan mudah
dibuat. Potensi inilah yang menjadi latar belakang pentingnya dilakukan penelitian
analisis rantai pasok (supply chain) usaha keripik pisang di Desa Wisata Anjungan
Sungai Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pembuatan keripik
pisang pada usaha Lahadeng di Desa Wisata Anjungan Sungai Malili, Kabupaten Luwu
Timur. (2) Menghitung jumlah produksi dan menganalisis pendapatan pada usaha
Keripik Pisang Lahadeng. (3) Mendeskripisikan alur rantai pasok dari petani hingga ke
konsumen pada usaha Keripik Pisang Lahadeng. (4) Menganalisis kinerja rantai pasok
dari petani pisang hingga ke konsumen akhir pada usaha Keripik Pisang Lahadeng.
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Desember 2024 hingga bulan
Februari 2025. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
analisis deskriptif, analisis produksi dan pendapatan, analisis kinerja rantai pasok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengolahan buah pisang
menjadi keripik pisang dimulai dari pengadaan bahan baku buah pisang
kemudian proses pengupasan, proses perendaman buah pisang. Pemotongan
buah pisang secara manual menggunakan alat pemotong khusus keripik pisang. Proses
penggorengan pisang yang telah dipotong hingga matang dan selanjutnya diberikan
berbagai varian rasa. Selanjutnya keripik pisang dikemas dan ditimbang sesuai dengan
pesanan. (2) Produksi keripik pisang selama satu bulan yaitu 800 pcs untuk berat 100
gram, 500 pcs untuk 120 gram, 500 pcs untuk 300 gram dan 400 pcs untuk 500 gram.
Penerimaan sebesar Rp.45.602.000/bulan dan pengeluaran sebesar
Rp.28.530.416, sehingga diperoleh pendapatan Usaha Keripik Pisang Lahadeng
sebesar Rp.17.071.584 perbulan. (3) Mekanisme rantai pasok pada pengolahan keripik
pisang melalui aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi. Aliran produk
bahan baku buah pisang dari petani ke Usaha Keripik Pisang Lahadeng, selanjutnya
Usaha Lahadeng melakukan pengolahan menjadi keripik pisang. Keripik pisang dijual
ke pedagang pengecer dan konsumen akhir. Aliran keuangan dari hilir ke hulu, yaitu
konsumen membayar ke pedagang pengecer, selanjutnya pengecer membayar ke Usaha
Keripik Pisang Lahadeng dan terakhir membayar harga bahan baku (pisang) ke petani.
Aliran informasi melalui komunikasi telepon untuk melakukan pemesanan dan
informasi harga berlangsung dua arah. (4) Kinerja rantai pasok menggunakan metode
SCOR. Atribut kinerja supply chain reliability pada metrik POF termasuk kategori baik
(efisien). Diperoleh data aktual 100% lebih tinggi dari target (benchmark) yaitu 95%.
Atribut kinerja responsiveness pada metrik OFCT termasuk kategori efisien. Diperoleh
data aktual yaitu 1 hari. Lama waktu pesanan hingga diterima konsumen mencapai
target kurang dari 7 hari dari data benchmark.