DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Faktor Produksi dan Risiko Terhadap Usatani Kubis (Brassica Oleracea) di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Asbar, Asbar
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-07-08 03:36:08 
Abstract :
Persoalan yang dihadapi dalam usahatani pada umumnya adalah bagaimana mengalokasikan secara tepat sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang terbatas agar dapat memaksimumkan pendapatan. Faktor penting dalam pengolahan usahatani kubis yaitu tanah atau lahan, pupuk, pestisida, benih dan tenaga kerja. Kelima faktor tersebut saling membutuhkan dan berkaitan dalam menunjang hasil dari usahatani. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan penggunaan faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) pada usahatani tanaman kubis di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang (2) Menghitung jumlah produksi dan menganalisis pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani tanaman kubis (3) Menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) terhadap Produksi kubis. (4) Menganalisis tingkat risiko produksi usahatani kubis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, pada Bulan Oktober-Desember 2024. Populasi adalah seluruh petani kubis yang ada di Desa Tongko. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling dan mengambil 10% dari jumlah petani sehingga diambil sampel sebanyak 32 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, pendapatan, analisis regresi linear berganda dan analisis koefisien variasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) luas lahan yang dimiliki petani kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang memiliki luas lahan dengan skala sedang yaitu rata-rata 0,40 ha. Penggunaan benih rata-rata 83,12 gram/petani 208,62 gram/ha. Penggunaan pupuk urea dan phonska rata-rata sebesar 301,56 kg/petani atau 756,86 kg/ha, rata-rata penggunaan pestisida yaitu 130,40 ml/petani 327,45 ml/ha. Penggunaan tenaga kerja rata-rata yaitu 10,34 hok/petani 25,96 hok/ha. (2) Rata-rata jumlah produksi usahatani kubis sebesar 7.984,375 kg/petani atau 7,98 ton dengan pendapatan rata-rata Rp.12.747.337/petani atau Rp 32.008.433/ha. (3) Secara bersama-sama faktor produksi luas lahan, jumlah benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani kubis, secara parcial luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis sedangkan benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi kubis. (4) Tingkat risiko produksi usahatani kubis di Desa Tongko berada pada tingkat yang rendah dengan nilai CV 0,46 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia