Abstract :
Persoalan yang dihadapi dalam usahatani pada umumnya adalah bagaimana
mengalokasikan secara tepat sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang
terbatas agar dapat memaksimumkan pendapatan. Faktor penting dalam
pengolahan usahatani kubis yaitu tanah atau lahan, pupuk, pestisida, benih dan
tenaga kerja. Kelima faktor tersebut saling membutuhkan dan berkaitan dalam
menunjang hasil dari usahatani. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan
penggunaan faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja)
pada usahatani tanaman kubis di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten
Enrekang (2) Menghitung jumlah produksi dan menganalisis pendapatan yang
diperoleh petani dari usahatani tanaman kubis (3) Menganalisis pengaruh
penggunaan faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja)
terhadap Produksi kubis. (4) Menganalisis tingkat risiko produksi usahatani kubis.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten
Enrekang, pada Bulan Oktober-Desember 2024. Populasi adalah seluruh petani
kubis yang ada di Desa Tongko. Penentuan sampel menggunakan metode simple
random sampling dan mengambil 10% dari jumlah petani sehingga diambil sampel
sebanyak 32 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif,
pendapatan, analisis regresi linear berganda dan analisis koefisien variasi.
Hasil penelitian menunjukkan (1) luas lahan yang dimiliki petani kubis di
Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang memiliki luas lahan dengan
skala sedang yaitu rata-rata 0,40 ha. Penggunaan benih rata-rata 83,12 gram/petani
208,62 gram/ha. Penggunaan pupuk urea dan phonska rata-rata sebesar 301,56
kg/petani atau 756,86 kg/ha, rata-rata penggunaan pestisida yaitu 130,40 ml/petani
327,45 ml/ha. Penggunaan tenaga kerja rata-rata yaitu 10,34 hok/petani 25,96
hok/ha. (2) Rata-rata jumlah produksi usahatani kubis sebesar 7.984,375 kg/petani
atau 7,98 ton dengan pendapatan rata-rata Rp.12.747.337/petani atau Rp
32.008.433/ha. (3) Secara bersama-sama faktor produksi luas lahan, jumlah benih,
pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi
usahatani kubis, secara parcial luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi
kubis sedangkan benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh tidak
signifikan terhadap produksi kubis. (4) Tingkat risiko produksi usahatani kubis di
Desa Tongko berada pada tingkat yang rendah dengan nilai CV 0,46