Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Tiska Mulya Haris, Tiska Mulya Haris
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-07-28 06:40:25
Abstract :
Selada keriting (Lactuca sativa L.) termasuk dalam kelompok tanaman
hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan kandungan nutrisi penting
bagi kesehatan manusia. Namun, produksi selada keriting tidak seiring dengan
permintaan masyarakat yang terung meningkat. Oleh karena itu, perlu adanya
sistem budidaya yang lebih efisien dan hemat lahan melalui sistem hidroponik.
Salah satu metode hidroponik yang paling sederhana dan mudah diaplikasikan
adalah sistem hidroponik sumbu (wick system). Keberhasilan hidroponik sistem
sumbu sangat dipengaruhi oleh jenis sumbu dan formulasi nutrisi yang digunakan.
Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas
jenis sumbu dan formulasi nutrisi yang sesuai untuk perbaikan pertumbuhan
tanaman selada keriting.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial.
Faktor pertama, jenis sumbu yang terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu kain
flanel, kain kaos, sumbu kompor dan tali serabut kelapa. Faktor kedua, formulasi
nutrisi AB Mix-Plus yang terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu AB Mix (10 ml/l),
AB Mix (10 ml/l) + Gandasil-D (2 g/l) dan AB Mix (10 ml/l) + EM 4 (2 ml/l).
Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali, sehingga
menghasilkan 36 satuan unit percobaan. Masing-masing unit terdiri atas enam
tanaman, dengan total keseluruhan tanaman yang diamati sebanyak 216 tanaman.
Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman, bobot
konsumsi, panjang akar, volume akar dan produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perlakuan jenis sumbu kain
flanel berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (18,85 cm), jumlah daun
(10,87 helai), bobot total tanaman (24,70 g), bobot tanaman konsumsi (13,43 g) dan
produksi tanaman selada (3,56 ton/ha). Sedangkan perlakuan formulasi nutrisi AB
Mix-Plus menunjukkan bahwa formulasi nutrisi AB Mix (5 ml/l) berpengaruh
sangat nyata terhadap tinggi tanaman (20,87 cm), jumlah daun (11,72 helai), bobot
tanaman (25,29 g), bobot konsumsi (16,65 g) dan produksi tanaman selada (3,71
ton/ha). Namun demikian, tidak terdapat pengaruh antara jenis sumbu dan
formulasi nutrisi.
Kain flanel efektif sebagai sumbu karena struktur berbulu dan daya kapilaritas
tinggi yang mendukung penyerapan larutan secara stabil. AB Mix sebagai nutrisi
memberikan unsur hara makro dan mikro secara seimbang. Sementara penambahan
EM-4 meningkatkan pertumbuhan akar melalui aktivitas mikroba penghasil
fitohormon. Sebaliknya, penambahan Gandasil-D cenderung menurunkan
produktivitas karena terjadi ketidakseimbangan nutrisi dalam formulasi. Hasil ini
menegaskan bahwa sumbu kain flanel dan formulasi nutrisi AB Mix merupakan
pilihan optimal dalam hidroponik wick system, serta berpotensi dikembangkan lebih
lanjut dengan pendekatan nutrisi organik.