Abstract :
Menurut International Labour Organization (ILO) terbaru,
diketahui bahwa lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap
tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik dimana dua pertiga kematian
akibat kerja di dunia terjadi di Asia. Di tingkat global, lebih dari 2,78
juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan atau penyakit
akibat kerja. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di PT Eastern Pearl
Flours Mills dengan mewawancarai beberapa pekerja bagian Produksi
bahwa adanya merasa kehilangan konsentrasi atau konsentrasi menurun
akibat dari tekanan panas di area produksi
Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengna
menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua pekerja di bagian produksi di PT. Eastern Pearl Flours Mills
Kota Makassar yang berjumlah 80 orang. Sampel penelitian ini adalah
semua populasi pekerja dengan menggunakan total sampling. Metode
analisis menggunakan uji bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan
signifikan antara beban kerja dengan stress kerja yaitu (p value=0,760).
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan stress
kerja yaitu (p=0,421). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur
dengan stress kerja yaitu (p=0,808).danya hubungan yang signifikan antara
iklim kerja panas dengan stress kerja yaitu (p value=0,026).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hanya satu variable yang
berhubungan dengan stress kerja pada pekerja bagian Produksi PT.
Eastern Pearl Flours Mills yaitu hanya variable iklim kerja dan variable yang
tidak berhubungan yaitu beban kerja, masa kerja dan umur. Bagi peneliti
selanjutnya sebaiknya meneliti factor lain yang berhubungan dengan stress
kerja yang belum diteliti pada penelitian ini.