Abstract :
Pengembangan pada sistem agribisnis dan agroindustri dapat meningkatkan
nilai tambah sektor pertanian, yang pada hakikatnya dapat meningkatkan pendapatan
bagi pelaku-pelakunya, sehingga UMKM - OC berpotensi menghadapi risiko seperti
kenaikan harga bahan baku, penurunan produksi, atau penurunan harga jual yang
berdampak pada penerimaan dan keuntungan usaha.
Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi jumlah produksi dari usaha kue
kacang tanah dan kerupuk pada UMKM-OC (2) Mendeskripsikan sistem pemasaran
dan saluran pemasaran pada UMKM-OC (3) Menganalisis nilai marjin pada setiap
saluran pemasaran UMKM-OC (4) Menganalisis nilai market share pada UMKM-OC
(5) Menganalisis nilai efisiensi pemasaran pada UMKM-OC (6) Menganalisis nilai
BEP masing – masing jenis produk pada UMKM - OC di Desa Timpuseng, Kecamatan
Camba, Kabupaten Maros (7) Menganalisis pendapata pada UMKM-OC (8)
Menganalisis kelayakan usaha pada UMKM-OC. Penelitian ini dilaksanakan di Desa
Timpuseng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros pada Bulan April – Juni Tahun
2025. Populasi adalah pemilik usaha UMKM - OC dan seluruh karyawan. Sampel
dalam penelitian adalah 11 orang yang terdiri dari pemilik usaha dan karyawan.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran,
market share, efisiensi pemasaran, analisis pendapatan, dan analisis kelayakan usaha
Hasil penelitian menunjukan (1) Jumlah produksi UMKM OC dalam satu
bulan mencapai 2.779(2). (2) Sistem pemasaran UMKM - OC meliputi pemasaran
langsung, melalui pengecer, serta promosi via media sosial dan spanduk, dengan
menggunakan saluran pemasaran tingkat nol dan tingkat satu. (3) Marjin pemasaran
pada produk UMKM–OC yaitu pemasaran tingkat satu, yaitu sebesar Rp.2.000 per
bungkus. Saluran pemasaran tingkat nol, tidak terdapat marjin pemasaran karena
produk dijual langsung oleh UMKM–OC kepada konsumen akhir tanpa perantara,
sehingga seluruh hasil penjualan menjadi pendapatan langsung bagi UMKM–OC. (4)
Market share UMKM - OC sebesar 100% pada saluran langsung menunjukkan seluruh
keuntungan diterima UMKM. Pada saluran melalui pengecer, market share sebesar
80% (5) Efisiensi pemasaran UMKM - OC sebesar 45,69% menunjukkan pemasaran
tergolong efisien, dengan biaya rendah Rp.12.696.000 dan nilai penjualan tinggi
Rp.27.790.000. (6) Break Even Point (BEP) pada usaha UMKM - OC menunjukkan
bahwa produk kacipo memiliki BEP unit dan rupiah tertinggi, sedangkan kerupuk
bantal terendah. BEP harga tertinggi terdapat pada kacang kentaki dan terendah pada
kerupuk mie stik. (7) Pendapatan UMKM - OC selama satu bulan sebesar
Rp.8.274.778 dengan total biaya yaitu sebesar Rp.19.515.222 (8) Nilai R/C Ratio
sebesar 1,42. Karena nilainya lebih besar dari 1, maka usaha ini layak dan
menguntungkan secara finansial.