Abstract :
Hipertensi atau yang lebih dikenal sebagai tekanan darah tinggi
merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dihadapi oleh
masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian
di dunia setiap tahunnya. Tekanan darah normal pada orang dewasa
berkisar di angka 120/80 mmHg, sedangkan seseorang dikategorikan
menderita hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 140/90 mmHg. Pada
usia produktif hipertensi bisa menghambat kapabilitas seseorang dan
mempengaruhi kualitas hidupnya karena menyebabkan berbagai
komplikasi kesehatan tanpa adanya gejala yang jelas. Di Puskesmas
Kassi-Kassi, hipertensi tercatat sebagai penyakit tidak menular dengan
prevalensi tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif di
wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Tahun 2024.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang berusia 35-59 tahun
dan tercatat dari bulan Januari-September tahun 2024, dengan jumlah
1.463 pasien di Puskesmas Kassi-Kassi. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria
inklusi dan eksklusi dengan sampel yang diperlukan sebanyak 77
responden.
Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara
Riwayat Keluarga dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif
dengan nilai (p = 0,003 < 0,05), terdapat hubungan Aktivitas Fisik dengan
kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif dengan nilai (p = 0,012 <
0,05), tidak ada hubungan antara Stres dengan kejadian hipertensi pada
kelompok usia produktif dengan nilai (p = 0,165 > 0,05), dan terdapat
hubungan antara Obesitas dengan kejadian Hipertensi pada kelompok usia
produktif di Wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi dengan nilai (p = 0,036
< 0,05).
xx
Berdasarkan temuan penelitian ini, diharapkan individu yang
memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi lebih aktif dalam melakukan
pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk mendeteksi kondisi ini
sejak dini. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat sangat dianjurkan,
termasuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berolahraga
selama minimal 30 menit setiap hari, serta menjaga kestabilan emosi guna
menghindari lonjakan tekanan darah. Pemantauan Indeks Massa Tubuh
(IMT) juga penting dilakukan secara berkala untuk mengontrol berat badan
dan mencegah risiko hipertensi.