Abstract :
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh
Pemberian Ampas Teh dan Ampas Kopi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Tanaman Mentimun (Curcumis sativus L.) dengan dosis yang berbeda. Penelitian
ini akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli Tahun 2025 di Desa Selli,
Dusun Pammase, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,
Indonesia. Dengan keadaan iklim suhu 26 °C – 34 °C, Kelembapan antara 95%
99%, rata-rata curah hujan rata-rata < 1.750 mm. Penelitian ini menggunakan
metode Racangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial dua faktor. faktor
pertama adalah perlakuan (T1) Kontrol, (T2) Ampas Teh Dosis 50 g/polybag, (T3)
Ampas Teh Dosis 70 g/polybag, (T4) Ampas Teh Dosis 90 g/polybag. Faktor kedua
adalah perlakuan (K1) Kontrol, (K2) Ampas Kopi Dosis 77,5 g/polybag, (K3)
Ampas Kopi Dosis 97,5 g/polybag, (K4) Ampas Kopi Dosis 117,5 g/polybag.
Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah pertanaman,
dan produksi perhektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara
pemberian dosis ampas teh dan ampas kopi memberikan pengaruh tidak nyata
terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, kecuali pertumbuhan tinggi tanaman
yang terdapat pada kombinasi perlakuan T2K4 yaitu dengan tinggi tanaman 145,89
cm. Dari hasil penelitian, penulis menyarankan untuk melakukan penelitian
lanjutan dengan memanfaatkan dosis ampas teh 50 gr dan ampas kopi 117,5 gr
untuk membantu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun.