Abstract :
Usahatani Kelapa Dalam adalah tanaman yang memiliki beragam manfaat
karena seluruh bagian tanaman, mulai dari akar hingga buahnya dapat diolah
sehingga memiliki nilai ekonomi. Tanaman ini menjadi salah satu komoditas
perkebunan utama yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga
masyarakat di Desa Bontolempangan yang nilai ekonominya diperoleh dari
penjualan Kelapa Dalam per butir. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan
usahatani Kelapa Dalam digunakan oleh rumah tangga petani untuk memenuhi
kebutuhan hidup layak rumah tangganya. Selain itu, tingkat kesejahteraan rumah
tangga petani perlu diketahui apakah rumah tangga tersebut termasuk kedalam
kategori sejahtera atau belum sejahtera.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi produksi dan menganalisis
produktivitas kelapa Dalam, (2) menganalisis pendapatan petani dari usahatani
kelapa Dalam, (3) menganalisis kontribusi pendapatan usahatani kelapa Dalam
terhadap pendapatan rumah tangga petani, (4) menganalisis standar Kebutuhan
Hidup Layak (KHL) rumah tangga petani, (5) mengidentifikasi apakah pendapatan
usahatani kelapa Dalam dapat memenuhi kebutuhan hidup layak rumah tangga
petani, (6) menganalisis tingkat kesejahteraan petani dan (7) menganalisis tingkat
kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April -
Bulan Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dengan jumlah
sampel yang diperoleh sebanyak 80 orang berdasarkan Rumus Slovin. Analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis produktivitas, analisis
pendapatan, analisis kontribusi usahatani, analisis kebutuhan hidup layak rumah
tangga dan analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi usahatani Kelapa Dalam
setara kopra yakni sebanyak 109,0225 ton dan produktivitas Kelapa Dalam setara
kopra sebesar 1,65 ton/ha. (2) Pendapatan petani dari usahatani Kelapa Dalam
menguntungkan yakni sebesar Rp 7.167.951/tahun atau Rp 597.329/bulan,
pendapatan usahatani lain senilai Rp 1.462.200/tahun dan pendapatan non usahatani
senilai Rp 32.803.590/tahun sehingga total pendapatan rumah tangga sebesar
Rp 41.433.741/tahun, (3) kontribusi usahatani Kelapa Dalam terhadap pendapatan
rumah tangga berada pada kategori rendah yakni 17,30%, kontribusi pendapatan
dari usahatani lain sebesar 3,53% dan kontribusi pendapatan non usahatani sebesar
79,17%, (4) standar kebutuhan hidup layak rumah tangga petani yakni
Rp 2.396.187/bulan, dan (5) pendapatan usahatani Kelapa Dalam belum memenuhi
kebutuhan hidup layak rumah tangga petani selama satu bulan (Rp 597.329 <
Rp 2.396.187). (6) Kesejahteraan petani termasuk kategori belum sejahtera
berdasarkan nilai NTP (Nilai Tukar Petani) yakni 20,79% (20,79% < 100% =
kategori petani belum sejahtera) dan (7) Rumah tangga petani termasuk kategori
sejahtera berdasarkan perolehan nilai NTRP (Nilai Tukar Rumah Tangga Petani)
yakni 1,20 (1,20 > 1 = kategori rumah tangga sejahtera)