DETAIL DOCUMENT
Analisis Usahatani Kelapa Dalam (Cocos nucifera L.) untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Layak Rumah Tangga Petani Kelapa (Studi Kasus di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar).
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Aprizal, Aprizal
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-05 01:03:38 
Abstract :
Usahatani Kelapa Dalam adalah tanaman yang memiliki beragam manfaat karena seluruh bagian tanaman, mulai dari akar hingga buahnya dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomi. Tanaman ini menjadi salah satu komoditas perkebunan utama yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga masyarakat di Desa Bontolempangan yang nilai ekonominya diperoleh dari penjualan Kelapa Dalam per butir. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usahatani Kelapa Dalam digunakan oleh rumah tangga petani untuk memenuhi kebutuhan hidup layak rumah tangganya. Selain itu, tingkat kesejahteraan rumah tangga petani perlu diketahui apakah rumah tangga tersebut termasuk kedalam kategori sejahtera atau belum sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi produksi dan menganalisis produktivitas kelapa Dalam, (2) menganalisis pendapatan petani dari usahatani kelapa Dalam, (3) menganalisis kontribusi pendapatan usahatani kelapa Dalam terhadap pendapatan rumah tangga petani, (4) menganalisis standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) rumah tangga petani, (5) mengidentifikasi apakah pendapatan usahatani kelapa Dalam dapat memenuhi kebutuhan hidup layak rumah tangga petani, (6) menganalisis tingkat kesejahteraan petani dan (7) menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April - Bulan Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 80 orang berdasarkan Rumus Slovin. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis produktivitas, analisis pendapatan, analisis kontribusi usahatani, analisis kebutuhan hidup layak rumah tangga dan analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi usahatani Kelapa Dalam setara kopra yakni sebanyak 109,0225 ton dan produktivitas Kelapa Dalam setara kopra sebesar 1,65 ton/ha. (2) Pendapatan petani dari usahatani Kelapa Dalam menguntungkan yakni sebesar Rp 7.167.951/tahun atau Rp 597.329/bulan, pendapatan usahatani lain senilai Rp 1.462.200/tahun dan pendapatan non usahatani senilai Rp 32.803.590/tahun sehingga total pendapatan rumah tangga sebesar Rp 41.433.741/tahun, (3) kontribusi usahatani Kelapa Dalam terhadap pendapatan rumah tangga berada pada kategori rendah yakni 17,30%, kontribusi pendapatan dari usahatani lain sebesar 3,53% dan kontribusi pendapatan non usahatani sebesar 79,17%, (4) standar kebutuhan hidup layak rumah tangga petani yakni Rp 2.396.187/bulan, dan (5) pendapatan usahatani Kelapa Dalam belum memenuhi kebutuhan hidup layak rumah tangga petani selama satu bulan (Rp 597.329 < Rp 2.396.187). (6) Kesejahteraan petani termasuk kategori belum sejahtera berdasarkan nilai NTP (Nilai Tukar Petani) yakni 20,79% (20,79% < 100% = kategori petani belum sejahtera) dan (7) Rumah tangga petani termasuk kategori sejahtera berdasarkan perolehan nilai NTRP (Nilai Tukar Rumah Tangga Petani) yakni 1,20 (1,20 > 1 = kategori rumah tangga sejahtera) 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia