DETAIL DOCUMENT
Analisis Permintaan dan Penawaran Kentang (Solanum tuberosum L.) di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nurhikmah, Nurhikmah
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-14 02:39:34 
Abstract :
Kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, petani sering menghadapi permasalahan fluktuasi harga dan ketidak stabilan pasar yang berdampak pada pendapatan mereka. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran menjadi salah satu penyebab utama yang memengaruhi dinamika usaha tani kentang di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan (1)Menghitung jumlah produksi kentang dan menganalisis pendapatan petani kentang di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kentang (3)Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kentang (4)Menganalisis elastisitas penawaran kentang (5)Menganalisis elastisitas permintaan kentang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, pada bulan Mei sampai dengan Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 230 orang, yang merupakan semua pihak yang terlibat dalam aktivitas permintaan dan penawaran kentang. Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling, sehingga jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 33 responden, yang terdiri dari 30 orang petani kentang dan 3 orang pedagang pengepul. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis regresi linear berganda dan elastisitas permintaan dan penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Produksi rata-rata kentang yang dihasilkan petani di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa adalah sebesar 9.933 kg/responden, dengan harga jual rata-rata Rp.10.800/kg, maka penerimaan rata-rata/petani sebesar Rp.107.280.000/petani dan penerimaan rata-rata/hektar sebesar Rp.181.830.508,47. Biaya produksi total terdiri dari biaya tetap sebesar Rp.953.983 dan biaya variabel sebesar Rp.12.803.517, sehingga total biaya sebesar Rp.13.757.500/responden. Maka pendapatan bersih yang diperoleh petani adalah sebesar Rp.95.309.167/responden, menunjukkan bahwa usahatani kentang di wilayah ini menguntungkan dan efisien. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran kentang adalah harga jual dan biaya produksi yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap penawaran (3) Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kentang adalah harga yang berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan kentang dan pendapatan berpengaruh signifikan dan positif terhadap permintaan kentang (4)Berdasarkan analisis elastisitas penawaran, diketahui bahwa penawaran kentang bersifat elastis dengan nilai koefisien Es = 3,48 (5)Berdasarkan analisis elastisitas permintaan, diperoleh bahwa permintaan kentang bersifat elastis dengan nilai koefisien elastisitas Ed = 3,74. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia